Terkait Bidan Desa Memberi Obat Expired, Komisi D DPRK Akan Konfirmasi Kapus dan Dinas

0
150

Aceh Timur – Sebelumnya telah diberitakan terkait dengan salah seorang bidan desa yang bertugas diPolindes lalai dan dianggap tidak propesional yang telah memberikan obat Expired(kadaluarsa) kepada warga. Dan bahkan sebelumnya juga banyak masyarakat yang mengeluh terkait dengan pelayanan bidan desa tersebut.

Meskipun keluarga pasien(orang tua)tidak mempersoalkan, terkait dengan bidan desa yang memberikan obat expired tersebut, namun persoalan tersebut perlu juga disampaikan, agar masalah tersrbut menjadi sebuah pelajaran dan pengalaman bagi bidan bidan yang lain, agar lebih berhati hati dan lebih teliti dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya apa yang telah menjadi beban serta sumpahnya sebagai pelayan publik.

Terkait dengan pemberitaan yang menyebutkan ada bidan desa memberikan obat expired kepada pasien menimbulkan reaksi keras dari sejumlah kalangan masyarakat, sebab dikhawatirkan kemungkinan masih ada obat obatan yang lain juga sudah expired sehingga itu sangat membahayakan bagi pasien lainya, bila bidan desa tersebut lalai dan kurang teliti dalam memberikan obat serta pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu. Suyanto.AMK Anggota DPRK kabupaten Aceh Timur Komisi D Fraksi Partai Nasdem. Selasa(10/11/2020) mengatakan.”Persoalan tersebut sudah menjadi resiko bagi bidan yang bertugas, seharusnya bidan yang bertugas dalam melayani masyarakat harus lebih berhati hati dan juga harus lebih teliti. Sebab kita selalu berhubungan dengan masyarakat banyak, terlebih lagi dalam pemberian obat obatan.”ujar Suyanto.

“Kita akan coba melakukan konfirmasi kepada Kapus dan Dinas terkait agar persoalan ini juga jelas, agar kedepanya para pihak lebih teliti dan lebih berhati hati lagi terkait dengan persoalan ini, sebab ini menyangkut dengan masyarakat.”imbuhnya.

Sementara itu, sejumlah kalangan masyarakat digampong Paya Bili Dua juga mengungkapkan.”Banyak masyarakat yang mengeluh sebenarnya dengan bidan desa tersebut masalahnya, selain kurang ramah juga terkesan kurang maksimal dalam memberi pelayanan kepada masyarakat.”ungkap warga yang enggan disebut namanya. Selasa (10/11/2020).

“Kami sangat berharap seharusnya sebagai seorang bidan lebih berhati hati dan juga harus ramah, sabar, tulus dan ikhlas, juga santun dalam memberikan pelayanan, serta berhati hati dan teliti dalam memberikan obat kepada masyarakat, sebab bila tidak berhati hati dan tidak teliti. Makaini akan sangat berbahaya bila obat yang sudah kadaluarsa juga diberikan kepada pasien.”ungkapnya.

Hingga berita ini ditayangkan baik bidan dan Kapus belum dapat dikonfirmasi.

Menurut informasi terkahir Selasa (10/11/2020) bahwa bidan desa yang bersangkutan dipanggil oleh Kampus setempat.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here