Setelah Bernyanyi Dipanggung Kibot Pesta Tetangga Marlina Meninggal Diduga Tersengat Listrik

  • Whatsapp

Aceh Timur, –  Patut diduga akibat kelalaian operator mesin genset untuk menghidupkan hiburan kibot dalam pesta peresmian warga digampong Paya Tampah kecamatan Birem Bayeun Aceh Timur,   Senin(14/6) seorang ibu rumah tangga meninggal diduga tersengat arus listrik setelah bernyanyi diatas panggung kibot pesta peresmian tetangganya.

Berdasarkan informasi yang dapat dihimpum dilokasi kejadian, sejumlah warga yang melihat kejadian tersebut mengatakan,”  Marlina(35) sempat bernyanyi dipanggung kibot pesta tetangganya, namun setelah turun dari panggung sambil memegang tiang pentas kibot, lalu Marlina terjatuh diduga Marlina kesengat listrik dari mesin genset.”terangnya.

Bacaan Lainnya

Sejumlah saksi mata yang melihat kejadian juga menyampaikan,” tadi ada salah seorang warga yang berusaha membantu Marlina ia merasakan ada sengatan aliran listrik,”katanya.

“Saat kejadian itu kami MCB sebagai sentral arus listrik terletak dibawah pentas dan setelah kejadian baru dipindahkan keatas, karena kami khawatir akan menimpa kepada orang lain apalagi anak anak pun ramai.”ujar warga.

“Yang menyedihkan lagi saat ini Marlina dalam kondisi hamil, dan setelah kejadian langsung dibawa kerumah sakait Cut Meutia Langsa, ”

Namun sayang nyawanya tidak dapat tertolong Marlina menghembuskan napas terakhir dalam perjalanan kerumah sakit.”

“Sementara itu Wahyudi adik korban,  mengatakan sepertinya kakak saya tersengat listrik sebab pada kedua telapak kakinya sedikit melepuh dan juga pada bagian hidungnya,”ujar Wahyudi sambil menunjukan foto jenazah.

Mendapat informasi tersebut jajaran Polres Langsa melalui Polsek Birem Bayeun dengan sigap dan cepat langsung terjun kelokasi kejadian untuk melakukan identifikasi dan penyelidikan.

Patut menjadi dugaan Marlina terjatuh dan meninggal akibat tersengat aliran listrik dari mesin genset yang dioperarorkan oleh Narso warga gampong Alur Teh, dimana yang pada saat itu PLN sedang mati lampu.

Selanjutnya Suprianto S.Kep selaku keuchik gampong Paya Tampah, mengaku terkait dengan adanya hiburan kibot pada pesta hajatan tersebut tidak ada meminta ijin atau rekomendasi dari desa.”ungkapnya.

Sejumlah pihak sangat menyayangkan atas kejadian tersebut seharusnya sebagai keuchik sebelumnya memberikan himbauan kepada warga nya,  dimana saat ini pemerintah telah mengeluarkan intruksi guna untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid 19 dilarang
adanya kerumunan.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *