Karimun– Pengusaha bermodal kecil, pembuat roti dan menjajakan rotinya untuk ukuran empat hari, masa Kadaluarsa untuk roti dikomsumsi, semenjak masa Pandemi dan diberlakukannya PPKM ( Pemberlakuan Pembatasan Kebebasan Masyarakat ), kondisi usaha sangat merosot tajam, para pekerja yang biasanya berjumlah tujuh hingga delapan orang, saat ini hanya tingga tiga orang saja, pembuatan roti yang biasanya setiap hari dan libur hanya satu hari, saat ini didalam satu minggu roti hanya bisa dibuat empat hari saja, karena disamping daya tahan roti yang terbatas, pembeli yang sedikit, roti yang dibuat kalah bersaing dengan roti luar yang mampu bertahan hingga satu bulan.

DemikIan dikatakan Pengusaha Pembuat Roti Merk Pinokiyo Bunkui Jum’at ( 30/07 ) diruang kerjanya menjawab Viralutama.co.id menurut Bunkui, suasana sekarang ini jangankan memikirkan untung, dapat mempertahankan usaha saja sudah cukup hebat,” kata Bunkui.

Lima tempat Usaha Pembuatan Roti di Tanjung Batu Kundur, saat ini semuanya didalam kondisi Sesak Nafas dan Air Sudah Mulai Masuk Ke Hidung, jika satu bulan lagi kondisi masih seperti ini, satu-persatu Pengusaha pembuatan roti akan gulung tikar, karena tidak mampu menghadapi sepinya pembeli, ditambah lagi dengan persaingan, Pengusaha Roti dari luar Daerah yang bermodal besar,” jelas Bunkui.

Jika sebelum masa Pandemi karena Virus Corona Covid 19, penjualan Roti bisa menembus ke Kec. Moro, Durai, Ungar, Belat Kuala Kampar Kab. Pelalawan hingga sampai ke Guntung Indra Giri Hilir, tetapi saat sekarang ini, Roti hanya dijajakan ke tiga kecamatan lokal saja seperti Kundur, Kundur Utara dan Kundur Barat,” ujar Bunkui.

Jujur, saat ini kebingungan sudah mulai menjadi pemikiran serius, bukan hanya oleh warga masyarakat, tetapi juga oleh Para Pengusaha yang bermodal terbatas seperti kami ini,” ungkap Bunkui.

Kami tidak ingin usaha yang telah dibina cukup lama ditutup, tetapi karena kondisi serta situasi yang tidak memungkinkan, siapa yang mampu bertahan, hasil Produksi tidak ada yang membeli, jikapun ada yang terjual untuk mengembalikan modal saja tidak cukup, belum lagi membayar gaji pekerja, untung saja tempat usaha milik sendiri, jika sewa sudah lama usaha ditutup,” pungkas Bunkui.

Pantauan Viralutama.co.id dilapangan, kepada Dinas, Badan serta Instansi terkait sesuai Tupoksi serta pengambil kebijakan, coba cari solusi dari usaha warga yang bermodal tipis, dan saat ini hanya tinggal menghitung hari untuk menutup usaha mereka, Penegakan Hukum Penting, Lumpuhnya Ekonomi warga sehingga tidak lagi mampu untuk bangkit, mempertahankan usaha jauh lebih penting.