Gagal Memeras Kadis Perikanan, Mantan Napi Korbankan Istri Mengaku Khalwat

  • Bagikan

Banda Aceh, – Peristiwa pilu menimpa Kepala Dinas non Aktif Perikanan Kabupaten Aceh Timur Syw (57) akibat pengakuan sepihak berinisal RJ (28) Istri seorang laki-laki berisial An (37) disebut-sebut adalah mantan Narapidana terkait dengan Kejahatan Penyalahgunaan Narkotika berdasarkan putusan PN Idi nomor:122/PID.B/2013/PN.IDI,

Menurut keterangan warga bahwa An dan RJ telah beberapa kali bercerai, diduga akibat himpitan ekonomi An memamfaatkan istrinya RJ untuk mengaku telah melakukan perbuatan asusila ikhtilat-Khalwat (mesum) dengan Syw, sebagai modus untuk memeras Syw, diduga karena tidak tercapai tujuan pemerasan.

Syw dilaporkan ke Satpol PP dan WH Aceh Timur untuk diproses hukum pidana Jinayat, Pengakuan perbuatan tindak Pidana Asusila mulai tahun 2018 – 2019, RJ mengakui kepada An pada april 2020 dan An membuat laporan delik aduan model B kepada PPNS Satpol PP dan WH Aceh Timur pada mei 2020, janggal dan aneh, dibalut dengan tindak Pidana Percobaan Pemerasan, fitnah, pencemaran nama baik dan pembunuhan karakter?

Terkait dengan persoalan tersebut awak Media melakukan Investigasi khusus terkait informasi kisruh yang meresahkan masyarakat, setelah diikuti dan cermati perkembangan kasus dugaan ilkhtilat dan khalwat yang dilibatkan salah seorang Kepala Dinas dilingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur berinisial Syw, maka yang muncul kepermukaan adalah adanya unsur dugaan tindak pidana pemerasan yang ditujukan kepada Syw, dengan cara memanfaatkan RJ untuk mengakui telah melakukan perbuatan tindak pidana Jinayat Ikhtilat dan Khalwat (Khalwat Meusum).

“Kami mengikuti secara konsisten perkara yang sedang viral dan memojokkan Kepala Dinas Perikanan Aceh Timur berinisal Syw, jelas terlihat peran berbagai pihak untuk mengkondisikan Syw, peran dari pelaku berisial An sebagai Pelapor, diduga kecewa karena gagal mendapat uang dari Syw dengan modus perdamaian, kemudian peran dari RJ patut diduga, karena termakan bujuk rayu dan tekanan dari An untuk mengakui telah melakukan Ikhtilat dan Khalwat bersama Syw, peran pihak profesi profesional sebagai aktor intlektual berhaluan kiri untuk mengatur strategi, mempresur aparat penegak hukum dan membangun opini buruk melalui pemberitaan media yang meresahkan masyarakat untuk menggirirng perkara tersebut sampai ke Pengadilan, untuk menjatuhkan dan membunuh karakter Syw sebagai pejabat kepala Dinas perikanan dan berstatus sosial orang terpandang dilingkungannya berdomisili” Ungkap Tgk. Zulkifli Musi Aktivis Penegak Syariat Islam (14/4/2021) kepada wartawan.

Hasil Investigasi Wartawan ketempat kejadian Perkara di Gampong Alue Abu Tuha Kecamatan Peureulak Barat Kabupaten Aceh Timur, masyarakat yang bertempat tinggal dilokasi menyebutkan tidak mungkin peristiwa tindak Pidana Ikhtilat dan Khalwat yang telah telah berkembang meluas melibatkan Kepala Dinas Perikanan Aceh Timur Syw, jikapun telah terjadi tindak pidana iktilat dan khalwat, mungkin saja RJ melakukan dengan orang lain dan kalau kemudian sengaja mengaku berbuat dengan Syw itu sebagai kambing hitam saja,kami yakin begitu.”Keterangan para warga secara polos kepada wartawan.

Secara Terpisah wartawan melakukan konfirmasi langsung dengan Syw yang sudah ditetapkan sebagai Terdakwa di Mahkmah Syari’ah Idi, membenarkan bahwa dirinya telah difitnah dan diperas dengan modus uang Perdamaian melalui utusan Pelapor yaitu berinisal An mantan Napi Penyalahgunaan Narkoba, pertama kali pada pertengahan tahun 2020 dimintai uang Rp. 200 juta, karena tidak dipenuhi turun menjadi Rp. 100 juta, tidak dipenuhi turun menjadi Rp. 40 juta dan tetap tidak dipenuhi, karena saya tidak berbuat, tidak mungkin saya bersedia menyerahkan uang, jika mereka terhimpit ekonomi, kenapa saya yang dikorbankan,” keluh Syw.

“Memang selama ini saya memilih diam untuk menajga nama baik Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, tapi setelah saya lihat perkembangan, kejaliman ini semakin menjadi-jadi, maka harus dilawan, Aparat Penegak Hukum PPNS Satpol PP dan WH Aceh Timur wajib melindungi Pejabat yang diperas, jangan asal menerima pengaduan, harus dicek dulu kebenaran dilapangan, kalau benar saya ada melakukan seperti yang dituduhkan oleh An mantan napi Penyalahgunaan Narkoba atas pengakuan Istrinya RJ yang telah dicerai berkali-kali, membuat pengakuan telah bermesraan ihktilat dan khalawat dengan saya dalam rentang waktu setahun yaitu dari tahun 2018-2019, maka secara logika tidak mungkin orang kampung tidak tahu dan diam saja, pastilah saya ditangkap dan digiring ke Meunasah untuk ditegakkan hukum adat, semoga tidak adalagi pejabat di Kabupaten Aceh Timur dikorbankan seperti nasib yang menimpa saya dan fitnah-fitnah murahan seperti ini harus dijauhkan, pihak mereka berupaya memeras saya meminta barter Rp. 200 juta dan turun menjadi 40 juta, tetapi saya tetap tidak mengabulkannya karena saya tidak berbuat seperti yang dituduhkan, saya duga akibat kecewa kerena gagal memeras saya, maka mantan napi itu korbankan Istrinya untuk membuat pengakuan seolah-olah telah berbuat meusum dengan saya” sambung Kepala Dinas Perikanan Aceh Timur Syw menutup pembicaraan.

Zulkifli Musi Aktivis Penegak Syariat Islam menambahkan bahwa, patut diduga situasi ini sengaja diciptakan untuk memeras pejabat untuk mendapatkan uang dan menjatuhkan serta merusak nama baiknya, diduga Kondisi ini sengaja direkayasa dan dibesar-besarkan baik melalui media online maupun lainnya, karena faktor kekecewaan, gagal mendapatkan uang dari Syw dengan cara memeras, perkara ini sedang bergulir di Pengadilan Mahkamah Syari’ah Idi Kabupaten Aceh Timur.”ujar Zulkifli Musi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *