Tanjab Barat- Sejumlah Marbot dan Imam Masjid serta guru ngaji di Desa Tungkal 1 mendapatkan dana insentif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanjung Jabung Barat, Insentif tersebut adalah program Anwar Sadat Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.

Namun ironisnya, alih-alih dana insentif tersebut bukan diberikan untuk marbot, imam masjid dan guru ngaji, malah tidak di salurkan oleh Fathurahman, kepala desa Tungkal 1, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Di duga kuat dana insentif tersebut di pergunakan oleh Fathurahman kepala desa Tungkal 1, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjab Barat, Provinsi Jambi.

Sementara itu Husin salah seorang warga desa Tungkal 1, RT 10 Dusun Jelita ini mengatakan, sebelum nya istri nya (Nada Bunyani-red) menerima insentif tersebut, hanya di tahun 2022, dan untuk tahun 2023 istri saya tidak menerima,” kata Husin. Kamis 23 November 2023.

Lanjut nya, saat di tanyakan ke Desa, kepala Desa menjelaskan, jika nada bunyani jika tidak bergaji berhenti saja untuk mengajar mengaji,” terang Husin menirukan ucapan sang kades yang di kenal angkuh dan sombong tersebut.

Dan bahkan saat di tanya terkait rekapan penerima yang sebelum nya sebanyak 43 orang menjadi 39 orang,itu pun banyak yang tidak menerima,” jelas Husin

Bahkan surat keputusan Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Barat Nomor 136/ Kep Bupati/Kesra/Tahun 2023 tentang imam masjid, guru ngaji, kaum masjid Desa/kelurahan dalam kabupaten Tanjung Jabung Barat anggaran tahun 2023, sudah jelas tanda terima insentif atas nama Nada Bunyani itu ada, tapi hingga detik ini tidak pernah diterima, bahkan nama nama imam dan kaum yang lain sama juga tidak menerima,” jelas husin

Namun lebih aneh lagi terang Husin, di rekapan penerima sebanyak 39 orang tersebut setelah di telusuri keberapa nama yang terdata di keputusan Bupati Tanjab Barat tersebut banyak yang tidak menerima insentif sebesar 1,200.000/ orang, dan di duga kuat tanda tangan penerima di palsukan oleh Fathurahman Kepala Desa Tungkal 1 untuk kepentingan pribadi sang kades,” duga Husin.

Di lain pihak, Taufik (65) domisili RT 11 Dusun jelita, salah seorang marbot Surau Sabilal Muhtadin mengatakan, saya tahun sebelum nya pernah menerima. Namun untuk tahun 2023 ini satu rupiah pun tidak pernah saya menerima. Sementara nama saya untuk rekapan di kabupaten ada, dan sebelum nya saya menerima melalui transfer bank 9 Jambi.” Kata Taufik

Uang untuk marbot, imam masjid dan guru ngaji sanggup di tilep apa lagi dana lain, seperti Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD).” Ungkap Taufik dengan nada kesal

Marwiyah (53) salah seorang warga desa dan dusun yang sama menambahkan, suami saya ( Abdul Ajis) salah seorang imam masjid An-Nur sambil menunjuk masjid tersebut. Nama suami saya ada juga di rekapan kabupaten. Hingga saat ini, suami saya tidak menerima uang insentif program Bupati Anwar Sadat tersebut,” ucapnya

Sebelum nya tahun 2022, ada kami ada terima namun di pilah pilah pembagian nya, dan ini tahun 2023 ini tidak ada terima sama sekali,” jelas nya

Yang lebih parah lagi, salah seorang warga nama di rekapan kabupaten tertera nama dan begitu juga untuk di desa, bahkan sudah di tanda tangani sampai Desember 2023, tidak pernah menerima sama sekali,” terang Sawiyah istri Abd Hafif yang merupakan imam masjid Sabilal Muhtadin RT 11, Dusun Jelita, Desa Tungkal 1, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Sawiyah dengan nada kecewa akan kelakuan sang kades Tungkal 1 tersebut mengatakan, biarkan saja dimakan nya uang insentif program Bupati Anwar Sadat tersebut. Mungkin sang kades lagi kekurangan uang, sampai sebegitu serakah nya, hingga tidak memikirkan uang apa yang di gunakan nya.” Jelas nya

Masih menurut Sawiyah, suami saya tidak pernah menerima apa lagi menandatangani rekapan desa yang tujuan nya jika sudah tanda tangan arti nya menerima uang 1.200.000 program Bupati Tanjung Barat tersebut.

Sementara itu, Fathurahman Kepala Desa Tungkal 1 yang ingin diminta tanggapan terkait Dana insentif dari Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Barat, hingga saat ini sulit untuk di temui, bahkan saat di tunggu di kantor desa pun tidak kunjung hadir. Fathurahman seakan merasa dirinya tidak bersalah dan merasa kebal hukum.

Menurut pasal 263 KUHP secara umum mengatur dan menyatakan bahwa setiap orang yang sengaja mengubah surat atau pemalsuan dokumen lainnya dengan maksud untuk menipu orang lain, akan diancam pidana penjara maksimal 6 tahun hukum penjara.

Dan diminta aparat penegak hukum (APH) Polri dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tanjung Jabung Barat, untuk segera mengusut tuntas aksi dugaan pemalsuan tanda tangan serta penipuan program dana insentif Bupati Tanjung Jabung Barat untuk menghasilkan uang untuk kepentingan pribadi sang kepala desa Tungkal 1 tersebut.

HR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *