Karimun– Setelah dilakukannya kesepakatan bersama, antara PT.Rangsang Indo Sejahtera dengan Armadanya Jeihan Nabila, bersama para utusan dari para nelayan, RT/RW, pemuda, warga pesisir dan nelayan Desa Sawang Selatan, Senin (05/07) Siang, terkait Penambangan Timah Dilaut Sawang.

Berdasarkan izin yang dimiliki dan Surat Perintah Kerja (SPK) dari PT. Timah Pesero. Tbk, yang dikantongi Armada Jeihan Nabila, betempat di Gedung Pertemuan Balai Tok Judah disamping Kantor Lurah Sawang, yang dihadiri oleh Camat Sawang, Lurah dan UPT. Perikanan selaku undangan, keesokan harinya Selasa (06/07) Siang, puluhan warga Pesisir, Tokoh Pemuda Dusun Mukalimus beserta Warga Sawang Kelurahan Sawang Kec. Kundur Barat, mendatangi Kantor Camat Kundur Barat dan mempertanyakan kesepakatan bersama, antara utusan nelayan Kelurahan Sawang, RT/RW, Pemuda, Warga Pesisir bersama PT. Rangsang Indo Sejahtera, terkait izin Penambangan Timah di laut Sawang oleh Armada Jeihan Nabila.

Igut salah satu pemuda sawang

Didalam pertemuan antara para Warga Pesisir dan Tokoh Pemuda Dusun Mukalimus beserta warga Sawang didalam bentuk silaturahmi, yang disambut oleh Sekcam Kundur Barat Sumiran, melalui juru bicaranya Igut mengemukakan, kedatangan Kami selaku warga pesisir, Tokoh Pemuda Dusun Mukalimus dan Warga Sawang Kelurahan Sawang ke Kantor Camat ini, bukan untuk berdemo dan melakukan aksi damai, tetapi kedatangan kami lebih bersifat silaturahmi, untuk mempertanyakan dan menolak kehadiran PT. Rangsang indo Sejahtera melalui Armadanya Jeihan Nabila, agar tidak melakukan Penambangan Timah di laut Sawang, mami tidak ingin Anak cucu kami untuk kedepannya sulit mencari ikan dilaut Sawang, karena telah diobok-obok oleh Armada Jeihan Nabila.” Kata Igut yang diamini oleh warga lain yang hadir.

Kami juga meminta, agar kesepakatan bersama yang telah dibuat tersebut dibatalkan, karena tidak melibatkan para pihak secara utuh, hanya sebatas perwakilan yang tidak diketahui banyak pihak jelas,” Igut kesal.

Seterusnya Igut mengatakan, Sebenarnya kami tidak menolak kehadiran Armada Jeihan Nabila untuk melakukan penambangan di perairan Laut Sawang, hanya saja yang Kami inginkan, jangan masyarakat Kelurahan Sawang diukur dengan Sejumlah Dana Konvensasi, yang tidak seberapa dan hanya dinikmati oleh sekelompok pihak tertentu saja,” ungkap igut.

Apa Jaminan dengan Dana konvensasi yang tidak seberapa tersebut, Warga Nelayan, RT/RW, Pemuda, Warga Pesisir Kelurahan Sawang, apa dapat terangkat taraf ekonominya, apa dengan dana konvensasi tersebut, menjadikan masyarakat Kami menjadi sejahtera, jelas tidak kan,” ujar igut.

Dengan hanya menerima Sebesar Rp. 45 Juta Per Bulan, dibagi ratusan lebih para nelayan Sawang, sementara warga pesisir hanya diukur dengan dana sebesar Rp. 20 Juta Perbulan, dibagi ratusan jumlah Warga Pesisir, apa ini yang dinamakan mensejahterakan masyarakat.” Kata Igut.

Seterusnya menurut Igut, Bagi Para Penambang Timah dengan izin yang diberikan jelas tidak ada masaalah, tetapi setelah penambangan berahir apa jadinya, ikan dilaut Sawang, sekarang saja sudah susah dicari, apalagi untuk kedepannya, bila Armada Jeihan Nabila diizinkan untuk melakukan penambangan di Laut Sawang,” ungkap Igut.

Jika memang Armada Jeihan Nabila mau melakukan Penambangan dilaut Sawang, jangan warga diberi dana Konvensasi, koordinasi bersama PT. Timah Persero. Tbk Pihak Pemberi SPK, Konvensasi Khusus untuk warga Kelurahan Sawang Kec. Kundur Barat, diujutkan dalam bentuk Program CSR, dan realisasinya didalam bentuk pembangunan sarana dan prasarana sosial di Kelurahan Sawang, beri kesempatan kerja kepada para pemuda tempatan, dengan membuat perjanjian kesepakatan secara tertulis, karena saat ini sangat banyak para pemuda Kelurahan Sawang yang menganggur, bingung entah mau kemana mencari pekerjaan, lakukan kesepakatan bersama antara PT. Rangsang Indo Sejahtera dengan Warga Masyarakat Kelurahan Sawang secara utuh, bukan sekelompok Pihak tertentu dengan alasan cukup utusan saja, karena laut Sawang bukan hanya milik nelayan saja, tetapi milik seluruh Masyarakat Kelurahan Sawang tampa terkecuali, dan ini baru namanya Kesepakatan bersama, semuanya dilibatkan dan diuntungkan,” ujar Igut.

Lain halnya menurut Anik,Tokoh Pemuda Dusun Mukalimus Kel. Sawang Anik menambahkan, apa yang dikemukakan Igut benar adanya, kesepakatan bersama, logikanya Kita bersama-sama, bukan kesepakatan bersama hanya diikuti oleh sekelompok pihak tertentu, seperti contoh kecil saat ini kata Anik, Ketua Pemuda Kelurahan siapa orangnya saat ini, siapa pula ketua Warga Pesisir Kelurahan Sawang yang diakui oleh Pihak Kelurahan Sawang dan mengantongi SK nya, semua itu harus jelas, jangan main atas nama saja ungkap Anik.

Ditempat yang sama, Sekretaris Camat Kundur Barat Sumiran, mewakili Camat Kuba Murnizam menyatakan, Camat tidak dapat hadir didalam silaturahmi saat ini. dikarenakan kesibukan didalam penanganan Virus Corona Covid 19, dirinya (Sumiran-Red) mewakili Camat setelah berkoordinasi melalui Via Ponsel menjelaskan, kepada Warga yang hadir bersilaturahmi, bahwa pertama kehadiran Camat dan Lurah Sawang, didalam kesepakatan bersama antara PT. Rangsang Indo Sejahtera dengan Perwakilan Para Nelayan, RT/RW, Para Pemuda dan Warga Pesisir, bertempat di Gedung Balai Tok Judah Senin (05/07) hanya sebatas undangan dari Pihak Perusahaan dan tidak lebih dari itu, kedua Tidak ada masaalah yang tidak dapat disesaikan, sepanjang Kita semua duduk didalam satu meja, dengan menyikapi permasalahan secara arif dan bijak, kesalah-pahaman didalam berbagai masaalah merupakan hal yang wajar,” Kata Sumiran.

Selanjutnya, apa yang menjadi masukan dan harapan dari Warga Pesisir Dusun Mukalimus dan Warga Sawang, nanti akan disampaikan dan ditindak-lanjuti kepada Camat, untuk seterusnya mari kita pupuk rasa kesatuan dan persatuan, lebih per-erat tali silaturahmi yang telah lama terbina selama ini kepada sesama, jangan memunculkan keretakan diantara kita,” ujar Sumiran mengakhiri pertemuan.