Warga Yang Melakukan Gugatan Baru Menyadari, Bahwa Surat Atas Hak Tanah di Paya Cincin Ternyata Surat Palsu

  • Whatsapp

Karimun- Sidang lanjutan sengketa tanah di Paya Cincin Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing , Kabupaten Karimun yang di klim oleh 4 warga  akhirnya meminta damai secara kekeluargaan kepada pihak tergugat PT. Sinar Suman Pryanto dan PT. Sinar Bahagia, Senin (12/4).

Bacaan Lainnya

Hardian selaku pendamping ke 4 warga tersebut mengatakan, kami berharap ada jalan perdamaian kepada pihak tergugat. Dan kami tidak akan meminta ganti rugi maupun melakukan gugatan kembali jika perdamaian terwujud,” kata Hardian usai sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Kabupaten Karimun.

Lanjut Hardian, ke 4 warga menyampaikan pencabutan gugatan kepada PT. Sinar Suman Pryanto dan PT. Sinar Bahagia serta mereka menyasali telah melakukan gugatan kepada PT. Sinar Suman Pryanto dan PT. Sinar Bahagia.  Dikarenakan masih ada penggugat lagi inisial AH tidak hadir dalam sidang, jadi belum sampai masa putusan.

“Sidang akan dilanjutkan kembali minggu depan. Apabila AH juga tidak hadir, maka gugatan dianggap gugur. Dasar empat warga melakukan guatan, karena memiliki surat rekom PT Timah,” tuturnya.

Sementara itu, Urip Santoso, selaku kuasa hukum Dirut PT Sinar Suman Pryanto dan PT. Sinar Bahagia menyampaikan, mereka sudah ke PT Timah di Prayun Kundur, warga yang melakukan gugatan baru mengetahui bahwa surat atas hak tanah di Paya Cincin,Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun tersebut ternyata surat palsu.

Selain itu, setelah mereka ke lapangan mendapat informasi dari berbagai pihak termasuk di pemerintahan, bahwa tanah tersebut milik PT Sinar Suman Pryanto.

“Seperti saya sampaikan sebelumnya setelah sidang pada minggu lalu,klein saya memiliki surat tanah yang sangat jelas keabsahannya,” tegas Urip Santoso.

Diungkapkannya, menyakini hal tersebut karena sudah melakukan penelusuran dasar komplain dari pihak penggugat, sampai ke pihak PT Timah Tbk di Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung. Dan hasilnya, bahwa PT Timah tidak pernah mengeluarkan yang namanya surat menyurat diatas tahun 1991.” Tandasnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *