Tradisi Hari Mak Meugang di Masyarakat Aceh

  • Whatsapp

Langsa, – Masyarakat Aceh sangat identik dengan jatuhnya bulan puasa, dan masyarakat menyambut dengan suka cita bulan suci ini, yang dimulai pada tanggal (12/4/2021). Sehari sebelum ramadhan masyarakat Aceh mengawalinya dengan tradisi makmeugang yang sudah ada dari tahun ke tahun dan sampai saat ini.

Makmeugang adalah tradisi memasak daging dan menikmati ya bersama keluarga atau kerabat, dan anak yatim piatu yang dilakukan oleh setiap masyarakat aceh. Meugang atau makmeugang adalah itu menyembelih suatu binatang yang dihalalkan oleh nabi Muhammad SAW, yaitu seperti sapi, kambing dan binatang lainnya dan dilaksanakan setahun dalam tiga kali, pada menyambut bulan suci Ramadhan atau puasa, idul fitri, dan idul Adha.

Dengan hari meugang masyarakat bisa merasakan berkumpul dengan sesama umat muslim dan saling berbagi dengan sekeliling lingkungan sekitarnya dan saling membantu dengan sesama orang muslim yang mungkin tidak mampu seperti fakir miskin, janda, atau yatim piatu.

Tahukah, asal mula tradisi meugang di masyarakat aceh?

Ternyata, tradisi meugang di masyarakat aceh sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu di Aceh. Meugang di mulai pada masa kerajaan Aceh kala itu yang tahunya (1607-1636 Masehi), pada masa Sultan Iskandar muda yang memotong hewan dengan jumlah banyak dan membagikan dagingnya dengan secara gratis ke seluruh masyarakatnya.

Tradisi meugang yang sudah ada sejak ratusan tahun itu identik dengan makan daging sapi atau kambing bersama, yang diolah dengan beraneka ragam masakan. Untuk mengikuti tradisi itu, masyarakat tidak peduli dengan keadaan sekarang yang lagi pandemi covid -19 dengan banyaknya pengeluhan terhadap harga daging yang melambung lebih tinggi dari harga normalnya.

Sedangkan meugang ldul fitri adalah dimana umat muslim sudah menjalnkan puasa atau bulan suci ramadhan selama 30 hari atau satu bulan penuh dan menyambut hari meugang raya ldul fitri dan penuh berkah.

Sedangkan meugang idul adha adalah dimana meugang ini dilaksanakan dengan pelaksanaan ibadah haji di makkah sekaligus memmperingati peristiwa qurban yang dilakukan oleh nabi Ibrahim AS.

Maka dari itu meugang merupakan tradisi masyarakat Aceh yang masih melekat kuat dan menyatu dengan kalangan masyarakat di Aceh. Dengan ini kita dapat mengetahui dengan jelas bahwa meugang sangatlah melekat bagi masyarakat semua dan umat muslim yang masih ingat dalam bentuk budaya masyarakatnya. Walaupun harga daging naik masyarakat tetap semangat dalam Menyambut bulan suci yang penuh berkah ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *