Tindakan Komandan Satpam PT TL Sangat Keterlaluan, Keuchik Diperintah Push-ap

  • Whatsapp

Langsa, – Sebagai Komandan Satpam di perusahaan memang harus bertindak tegas dan disiplin dalam menjalankan dan memberikan tugas jaga terutama kepada anggotanya demikian juga dalam memberi kan sanksi, tapi tidak harus dengan orang lain.

Berdasarkan informasi yang dapat dihimpun Sabtu(6/3/2021) bahwa, oknum komandan Satpam PT Timbang Langsa sungguh keterlaluan, pasalnya memberi sanksi kepada seorang Keuchik dengan cara Push-ap dipos penjagaan, tindakan komandan satpan itu sangat disesalkan oleh sejumlah kalangan masyarakat gampong Paya Rambung.

Bacaan Lainnya

“Kami sangat menyesalkan tindakan oknum komandan Satpam tersebut yang memerintahkan Keuchik kami Push-ap, sementara Keuchik kami bukan lah satpam ataupun security.”ungkap warga Paya Rambung yang enggan disebut namanya.

Sayangnya terkait dengan persoalan tersebut Keuchik Paya Rambung saat dihubungi melalui selularnya tidak diangkat dan juga melalui aplikasi pesan watshappnya juga ditibalas.

Sementara itu Amir yang disebut sebut sebagai Komandan Satpam, saat dikonfirmasi melalui selularnya menjelaskan,” Ya namanya ada kesalahan sudah pasti diberi sanksi, namun soal sanksi tersebut bukanya diperintahkan namun beliau sendiri yang meminta untuk push-ap sebanyak 5 kali,”jelas Amir.

“Sebab beliau bekerja sebagai operator mesin ketrek jadi dia juga yang harus bertanggungkawab, ketika itu ada alat mesin tersebut dibuka oleh mekanik tapi dia(Ropek/Keuchik) tidak melaporkan kepada petugas sehingga petugas jaga sibuk kecarian alat mesin tersebut.”ungkap Amir, kalau mau lebih jelas lagi silahkan tanyakan kepada yang bersangkutan.”imbuh Amir.

“Dan soal informasi yang disampaikan oleh masyarakat Paya Rambung itu semua tidak benar dsn berlebihan, sebab banyak masyarakat Paya Rambung yang tidak suka sama kami, karena lembunya kami tangkap kalau masuk ke lahan kebun.”Kata Amir.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *