Ketua Komisi III DPRD Bireuen”, T.M. Mubaraq, BSc

Bireuen – Upaya Percepatan pelaksanaan Pemeriksaan Corona Virus Disease – 19 Pemerintah Aceh, melalui Rapid Test dan Swap. Fasilitas serta Alat Rapid Test dan Swap, lebih efektif untuk kegunaan tenaga para medis. Sejumlah 1600 sasaran target Uji Test di Kabupaten Bireuen dari beberapa kalangan telah ditetapkan Pemerintah Aceh.

Dr.Irwan.A Gani
Dr.Irwan.A Gani

Ketua Komisi III DPRK Bireuen”, T.M. Mubaraq, BSc, Sabtu (13/6) kepada Viralutama.co.id mengatakan, Rapid Test dan Swap yang telah di tetapkan Pemerintah Pusat melalui Pemerintah daerah dan ditindaklanjuti disemua Kabupaten/Kota, sebaiknya dikhususkan untuk untuk kegunaan Tenaga Para Medis di Kabupaten Bireuen Khususnya,

Dikarenakan” Para medis berada di Garda terdepan dalam pelayanan, penanganan dan Pencegahan Covid – 19, maka pihak yang pertama dan utama yang harus diperhatikan adalah para ahli kesehatan masyarakat, para ilmuwan, para ahli epidemiologi,para tenaga medis, para dokter dan perawat yang berjuang untuk menyelamatkan warga, ungkapnya Mubaraq

Ia berujar” Di pundak merekalah harapan kita bentangkan, jadikan mereka VVIP di lingkaran penanganan dan pencegahan Covid – 19. Dikarenakan mereka memiliki kredibilitas, integritas dan kompetensi dalam memberikan pelayanan secara jernih dan tidak memiliki konflik kepentingan.

“Berdasarkan jumlah Kuota sasaran target yang ditetapkan Pemerintah Aceh, sangat tidak memungkinkan untuk dilakukan Rapit Tes terhadap publik (massal), demikian juga untuk sasaran target lainnya. Seperti di lingkungan Dayah (Pasantren), Pedagang, Pekerja Kebersihan, Pekerja Supermarkert (Mall) dan Lingkungan Perkantoran, ungkap Mubaraq.

“Dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat hari ini Lebih kepada keberlangsungan Ekonomi. Langkah Efektif yang perlu dilakukan pemerintah adalah dengan meningkatkan Sosialisasi serta himbauan kepada semua kalangan, supaya mematuhi setiap Protokol Kesehatan yang telah dianjurkan. Walaupun sekarang kita berada dalam tahapan proses menuju New Normal.

Alhamdulillah” hingga hari ini di Aceh belum ada yang secara langsung pasien terindikasi Covid – 19, kecuali beberapa kasus yang berasal dari kunjungan kedaerah terkomfirmasi. Berkat Doa serta Protokol kesehatan yang telah diterapkan berbagai Program, baik berupa Stay at Home, Social Distancing, merupakan satu bentuk keberhasilan kita dalam upaya memutus tali rantai penyebaran Covid – 19, ungkap Ketua Komisi III DPRK Bireuen Fraksi Partai Golkar.

Sementara sebelumnya”, Kadiskes Kabupaten Bireuen, dr.Irwan A.Gani, Kamis (11/6) kepada Viralutama.co.id diruang kerjanya menyampaikan, menyangkut Rapit Tes merupakan tindak lanjut dari program propinsi. Pemerintah telah menetapkan sejumlah 20200 orang yang akan di Rapit Tes seluruh Aceh, yang telah dimulai dari Tanggal 8 hingga 15 Juni 2020.

Ia menjelaskan” Dari jumlah tersebut meliputi berbagai Kalangan sesuai yang telah ditetapkan. Khusus untuk Kabupaten Bireuen, sebanyak 1600 sasaran target direncanakan. Ini sudah termasuk diantaranya, Kalangan Dayah, Perkantoran, Pedagang, Pekerja Mall (Supermarkert) serta Pekerja Kebersihan.

“Hingga hari ini telah dilakukan sebanyak 300 orang lebih melalui Rapid Test dan Swap terhadap beberapa sasaran target dalam wilayah Kabupaten Bireuen. Dan ini akan terus dilakukan hingga dari jumlah yang direncanakan terpenuhi sesuai yang telah ditetapkan Pemerintah melalui Dinas Kesehatan Propinsi Aceh, sebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen. ( Jw )