SUNYI SEPI TANPA AKTIFITAS BERARTI, MENYELIMUTI KOTA PERSIAPAN KABUPATEN KUNDUR

  • Whatsapp

Karimun– Enam Kecamatan penopang rencana berdirinya Kabupaten Kepulauan Kundur, Pemekaran dari Kabupaten Induk Karimun, yang meliputi Kec. Kundur, Kundur Barat, Kundur Utara, Belat, Ungar dan Kec. Durai, hampir mendekati dua tahun terakhir ini diliputi kesunyian, aktifitas keseharian warga di masing-masing Kecamatan tidak begitu terlihat, masyarakat hanya disibukkan dengan mencari kebutuhan, untuk hidup keluarga masing-masing.

Suasana musibah yang mendunia, akibat Virus Corona Covid 19, yang oleh Pemerintah Pusat dianggap Virus yang membahayakan dan dapat mengancam keselamatan jiwa setiap saat, menjadikan kewaspadaan dari berbagai pihak untuk saling menjaga diri, mengikuti berbagai peraturan yang diarahkan oleh Pemerintah Pusat, Provinsi Kepri serta Pemerintah Daerah guna menjaga keselamatan bersama.

Bacaan Lainnya

Kebebasan warga yang dibatasi dengan ragam peraturan, menjadikan masyarakat tidak bisa kemana-mana untuk beraktifitas didalam memenuhi kebutuhan hidup.

Imbas dari suasana yang tidak kondusif tersebut, menjadikan Pusat ibukota Persiapan Kab. Kepulauan Kundur di Tanjung Batu, semakin hari semakin sepi, satu-persatu toko tutup tanpa sebab karena ketiadaan pembeli, tempat hiburan satu-persatu gulung tikar, hotel yang berpenghuni satu dan dua orang untuk setiap harinya, hanya tinggal menunggu hari untuk menutup tempat usaha.

Bahkan, transportasi laut baik MV maupun Speed Boad, dengan penumpang antara lima hingga tujuh orang setiap harinya, satu-persatu sudah mulai menambatkan armadanya, karena jangankan berharap keuntungan modal minyak saja tidak lepas.
Komplitnya permasalahan dimasa Pandemi seperti saat ini, menjadikan segala akses kegiatan tertutup total.

Kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Kepri serta Pemerintah Kabupaten Karimun, agar menyikapi permasalahan yang cukup serius ini secara arif dan bijak, dukungan bantuan apapun yang ditujukan kepada warga masyarakat, tidak masanya lagi dipilah-pilah, saat ini semua masyarakat merasakan dan berdampak atas Virus yang telah membuat warga masyarakat menderita.

Adanya ragam Program bantuan, dari Pemerintah Pusat seperti PKH ( Program Keluarga Harapan ) dalam bentuk dana segar untuk setiap bulannya, dan bantuan Sembako yang selama ini hanya dirasakan oleh warga Desa serta warga miskin ternyata kaya, yang kenyataannya semua warga tanpa terkecuali berdampak akibat Virus, harus segera dirubah sistim, baik PKH dan bantuan Sembako dalam bentuk Program apapun, tidak mesti hanya dirasakan oleh warga yang kurang mampu atau warga miskin saja, akibat Virus Corona Covid 19 yang belum hilang, saat ini menjadikan semua WNI menjadi Miskin dan tidak Mampu, jadi selaku pengambil kebijakan, agar lebih bersikap arif dan bijak didalam menyikapi ragam permasalahan.

Beberapa warga yang tidak mau disebutkan identitasnya ketika diminta tanggapan dan komentarnya Sabtu (17/07) mengemukakan, secara logika, mana ada orang mau dikatakan miskin, tetapi dengan suasana yang semakin hari semakin tidak menentu saat ini, semua orang terasa miskin, masa seperti sekarang ini, mempertahankan harta yang telah didapat saja sudah cukup hebat, jadi sangat dihimbau kepada para pengambil kebijakan, jika ada bantuan apapun, berilah warga masyarakat secara menyeluruh, tidak ada lagi istilah miskin dan kaya, kita semua Dimasa Virus Corona Covid 19 semuanya sama, semuanya sama-sama berdampak,” kata Sumber.

Semoga saja Virus Corona Covid 19 segera berlalu, aktifitas normal dapat kembali seperti biasa, tidak seperti saat ini, Penegakan Hukum disaat lumpuhnya Ekonomi jelas suatu hal yang Utopia belaka,” jelas Sumber.

Pantauan Viralutama.co.id dilapangan, bagi warga masyarakat yang tinggal di Desa, mungkin masih sedikit lega, karena melalui ADD maupun DD dari Pemerintahan Desa, Dana dan bantuan untuk masyarakat masih bisa tersantuni untuk setiap per tri bulannya, tetapi bagi warga masyarakat yang hidup dan tinggal di Kelurahan, pemerataan bantuan didalam berbagai program Pemerintah kenyataan dilapangan “jauh panggang daripada api”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *