SISA TALI DAN JANGKAR SERTA PELAMPUNG MITRA TIMAH LANGGAR JARING NELAYAN, SAMPAI SAAT INI BELUM DIBAYAR

  • Bagikan
Foto Ilustrasi

Karimun– Sisa Tali Jangkar Dan Pelampung, dari bekas Kapal pembersihan lumpur di seputar pulau lalang Desa Kundur, sebelum dilakukan penambangan Timah oleh Mitra Timah, setelah melaksanakan tugasnya dan hengkang dari laut Desa Kundur, entah disengaja atau tidak, meninggalkan tali dan jangkar serta pelampung yang berserakan disana-sini, akibat dari peninggalan sisa tali dan Jangkar serta Pelampung tersebut, mengakibatkan beberapa jaring kepunyaan para nelayan setempat, banyak yang rusak dan putus sehingga tidak dapat dipergunakan lagi.

Seperti dialami oleh salah-seorang nelayan Kelurahan Sawang Nurdin (56), di Mukalimus, menurut Nurdin ketika dijumpai dan diminta komentarnya ( 06/06 ) mengemukakan, kejadian terlanggarnya jaring oleh sisa tali dan jangkar yang masih belum dibersihkan, oleh Mitra Timah diseputar laut Pulau Lalang Desa Kundur sudah berlangsung hampir lima bulan lebih.

Kerusakan jaring yang dialaminya sekitar empat hingga lima keping, dan atas kerusakan jaring tersebut, sudah dilaporkan kepada PT. Timah Tbk di Prayon, tapi pada saat itu oleh PT. Timah diarahkan untuk membuat surat pernyataan kerusakan jaring dan diketahui oleh Lurah serta Camat, seterusnya surat tersebut, nantinya akan diserahkan oleh PT.Timah kepada Manajement Mitra Timah untuk diselesaikan,” kata Nurdin.

Tapi setelah Surat pernyataan kerusakan jaring dibuat dan diserahkan kepada PT. Timah di Prayon, sampai berita ini dipublikasikan belum ada tanda-tanda Kerusakan jaring yang dialaminya akan dibayar oleh Mitra Timah, padahal dana kerugian kerusakan jaring yang diminta oleh dirinya ( Nurdin-Red. ) hanya sebesar Rp. 3 Juta lebih saja,” jelas Nurdin.

Lebih jauh menurut Nurdin, mohon kepada Mitra Timah untuk segera menyelesaikan kerusakan jaring yang dialaminya, jangan sampai warga nelayan dijadikan bola pimpong, Timah Diambil, tangkapan ikan para nelayan hilang, dianggap hal kecil yang tidak perlu dipikirkan sangat,” ucap Nurdin.

Pantauan Wartawan Dilapangan, semakin tahun, keberadaan pengurus Mitra Timah semakin tidak jelas, semoga saja apa yang menjadi keluhan para nelayan dapat menjadi perhatian serius oleh Management Mitra Timah.

Penulis : Azwan

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *