PT. Timah TBK Wilayah Oprasi Kepulauan Riau Dan Riau Canangkan BUMN Tangguh Covid-19

Kundur – Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Timah wilayah operasi Kepulauan Riau dan Riau mencanangkan BUMN tangguh Covid-19 Kamis 16 Juli 2020.

Program pencanangan tersebut sebagai bentuk penekanan pandemi Corona Virus Disease atau Covid-19 di lingkungan PT Timah sebagai perusahan plat merah di Kabupaten Karimun Propinsi Kepri.
General Manager PT Timah TBK Wilayah Kepulauan Riau dan Riau.

“Robertus Bambang Susilo mengatakan, pencanangan BUMN tangguh Covid-19 ini bertujuan untuk menekan angka penularan agar tidak mengganggu kegiatan perusahaan yang berimplikasi kepada kegiatan produksi.

Selain itu dengan adanya penerapan program ini, maka setiap individu yang memasuki wilayah perusahaan wajib dilakukan pemeriksaan dan dilingkungan perusahaan kita terus melakukan pencegahan sesuai aturan protokol kesehatan.

“Dan jika ada karyawan yang terpapar, PT Timah juga sudah menyiapkan sarana sebagai tempat karantina.
Chek suhu badan juga kita lakukan dengan rutin pada seluruh karyawan untuk mengantisipasi atau menjaga kemungkinan kalau ada diantara karyawan yang terpapar,” tuturnya.

Ditambahkan Robertus Bambang Susilo, PT Timah juga telah melakukan pengecekan karyawan dengan rapid test, hingga saat ini sebanyak 1.188 orang berkisar 95 % dari jumlah karyawan sebanyak 1.243 orang dan sisanya masih menunggu rapid test, terang Robertus Bambang Susilo, yang di konfirmasi usai kegiatan program pencanangan BUMN tangguh Covid-19.

“Sementara itu, H Aunur Rafiq Bupati Karimun mengatakan, pemerintah akan terus mendukung secara keseluruhan program pencanangan BUMN tangguh Covid-19 tersebut dan juga sangat dibutuhkan kesadaran masyarakat agar dapat mengikuti aturan protokoler kesehatan.

Meskipun Kabupaten Karimun saat ini berstatus zona hijau namun kesadaran masyarakat masih diperlukan untuk menjaga serta menekan penyebaran Covid-19.

Marilah kita bersama-sama menghimbau kepada yang lain untuk tetap mengunakan masker dan ikuti aturan dari protokol kesehatan karena tatanan normal baru atau new normal belum menjadi satu jaminan kalau Covid-19 ini sudah berlalu,” kata Aunur Rafiq.

Penulis : Wak Safril

Pos terkait