Bireuen,Viralutama.co.id – Bides Teupin Panah Kecamatan Peulimbang Kabupaten Bireuen tidak Aktif, 11 bayi lahir sejak satu bulan terakhir tanpa menapat pendampingan Bides yang ditempatkan. warga datang sendiri ke Kecamatan tetangga untuk proses bersalin hingga ke Kabupaten setempat yang sebahagia besar diantaranya terpaksa harus menjalani Operasi, Kamis (9/7)

Keuchik (Kades) Teupin Panah, Amiruddin Daud didampingi Sekdes, T. Al Mudhafar S.Sos kepada Viralutama.co.id menyampaikan, terkait pelayanan terhadap Ibu hamil dan balita di Poskesdes Teupin Panah Kecamatan Peulimbang Kabupaten Bireuen, tidak berfungsi Normal sejak Bides” Erma Fitriani AMd, Keb tidak lagi menempati bangunan Poskesdes yang disediakan pemerintah,

Erma Fitriani (Bides) hanya hadir ke poskesdes satu kali setiap bulan, itupun dikarenakan adanya jadwal rutunitas pelaksanaan Posyandu pada setiap bulannya, sedangkan untuk hari – hari yang lain” tidak pernah terlihat aktif di bangunan tersebut sudah sekian lama, ujar Amiruddin.

Dikatakan Keuchik, diketahui sebelumnya bides tersebut sudah bertugas di Teupin Panah dari tahun 2008 lalu semenjak masih berstatus PDT. Ketika itu yang bersangkutan menempati bangunan Poskesdes serta berdomosili di Desa Teupin Panah,

” lebih kurangnya semenjak 2 tahun lalu bangunan Poskesdes sudah tidak lagi ditempati yang bersangkutan, bahkan sudah tidak pernah aktif hadir melayani masyarakat yang sedang dalam kondisi hamil mahupun yang telah bersalin di Poskesdes, yang bersangkutan hanya hadir pada jam pelaksanaan Posyandu saja setiap bulan, Keuchik Teupin Panah menuturkan.

Sebahagian besar warga yang baru – baru ini bersalin, mereka pergi sendiri ke kecamatan tetangga (Jeunieb) tanpa ada pendampingan dari bidan desa yang bertugas, dalam satu bulan terakhir lebih kurang ada 11 warga yang bersalin ke kecamatan tetangga, bahkan sebahagian besar daripadanya terpaksa dirujuk dirujuk ke kabupaten karena harus menjalani Operasi, itupun tanpa ada pendampingan dari Bides Teupin Panah, Mudhafar menambahkan.

Yenni Fitrina (32) yang melahirkan pada ujung bulan Juni kemarin, terpaksa dibawa ke kecamatan Jeunieb untuk proses bersalin, juga tidak mendapat pendampingan dari bides sehingga umur anaknya hampir satu bulan, tidakpun pernah dikunjungi Bides tersebut walau hanya untuk mrmastikan kondisi kesehatan bayi dari Kakak saya, tutur adik kandung Yenni Fitriana kebetulan berada di kantor Keuchik Teupin Panah, Kamis (9/7)

Terhadap tidak berfungsinya pelayanan poskesdes kita telah memberitahukan ke Kepala Puskesmas ketika Pak Rusli masih menjabat Kapus Kecamatan Peulimbang. Tidak membuahkan hasil hingga hari ini, seperti tidak di indahkan bahkan tidak pernah dipermasalahkan oleh Kapus ketika itu,

Saya selaku Kechik, pernah juga mengusulkan kekapus yang baru (Bastian) membantu obat (P3K) untuk kegunaan di poskesdes diwalau seadanya, itupun tiada jawaban. Kita hanya mengharapkan Poskesdes selalu aktif untuk pelayanan kesehatan, ibu hamil dan Balita walaupun siapa saja yang ditempatkan oleh Dinas Kesehatan dengan catatan harus aktif, ungkap Amiruddin

Saat ini Erma Fitriani tinggal dan sudah menetap didesa Uteun Sikumbong kecamatan Peulimbang, sedangkan terhadap fasilitas di polindes Komplit, sekarang terlihat berantakan tak terurus dan sebahagian ada yang sudah mulai hancur tanpa ada pemeliharaan, kalaupun direhap dengan dana desa, ianya akan sia – sia karena tidak ada yang menempatinya, Keuchik Amiruddin didampingi Sekdes beserta Para Relawan Gugus Covid – 19 di kantor Keuchik Teupin Panah Kecamatan Peulimbang Kabupaten Bireuen.(JW)