Polsek KKP Batam Ungkap Sindikat Pemalsuan Surat Tes PCR Swab

  • Whatsapp

Batam– Polsek KKP Polresta Barelang berhasil mengungkap sindikat pemalsuan surat tes PCR lintas negara, Saptu 09 Januari 2021 lalu.

Terungkapnya sindikat pemalsuan surat tes PCR lintas negara ini berawal dari laporan Harry Suryanto Direktur Laboratorium klinik Gatot Subroto terkait adanya pemalsuan surat tes PCR Swab Covid-19 yang dilakukan oleh tersangka Syahryansyah Als Panjang

Bacaan Lainnya

Kapolresta Barelang Kombes Pol Yos Guntur Yudi Fauris Susanto melalui Kapolsek KKP Batam AKP Budi Hartono, SIK., MM mengatakan awal mula kejadian.

Begini Kronoligis nya

Pada hari Jumat tanggal 08 Januari 2021 sekira pukul 14.30 Wib. Korban Ens datang dari Provinsi Jawa Timur tepatnya di Malang datang ke kota batam untuk bekerja di Negara Singapore.

Selanjutnya, Ens dibawa kerumah tersangka SR Als PJ untuk Menginap, keesokan harinya pada hari sabtu tanggal 09 Januari 2021 sekira pukul 06.30 wib. Ens bersama SR Als PJ menuju pelabuhan Internasional Batam Center kota batam, setibanya di Pelabuhan Batam Center SR Als PJ mengurus surat–surat keberangkatan Ens,” Kata Budi.

Kemudian pada pukul 10.40 wib SR Als PJ datang menyerahkan surat – surat keberangkatan Ens dan selanjutnya Ens berangkat menuju Singapore dengan menggunakan kapal Feri SINDO, setelah sesampainya di Singapore Ens dilakukan Pengecekan surat-surat oleh Petugas Pelabuhan Singapore lalu didapati Surat Hasil Pemeriksaan PCR Swab Laboratorium Klinik Gatot Subroto Positif.

Kemudian Ens di pulangkan Ke batam Indonesia melalui Pelabuhan Interansional Batam centre, setibanya di pelabuhan internasional Batam Centre Tim Gugus Tugas Covid 19 melakukan Pengecekan di Laboratorium Klinik Gatot Subroto a/n Ens apakah ada melakukan pemeriksaan PCR Swab Di klinik tersebut.” Ujar Budi.

Lalu Pihak Laboratorium Klinik Gatot Subroto mengatakan, Ens tidak ada melakukan pemeriksaan PCR Swab di Laboratorium Klinik Gatot Subroto, mengetahui hal tersebut pihak Laboratorium Klinik Gatot Subroto membuat Laporan Ke Polsek KKP Batam.

Dari Hasil pengakuan tersangka SR Als PJ mendapatkan Surat Hasil Pemeriksaan PCR Swab Laboratorium Klinik Gatot Subroto dari bulan Desember 2020 lalu.

Pelaku WN (DPO) selaku pembuat surat menawarkan apabila ingin membuat surat kesehatan PCR Swab bisa membuatkan nya. Untuk selanjutnya SR Als PJ langsung menyuruh WN untuk membuat surat hasil PCR Swab Palsu a.n Rika Ulandari, Jumiarti Lupita Nainggolan, Ida Arianti, untuk selanjutnya SR Als PJ membayar surat hasil pemeriksaan PCR Swab tersebut Sebesar Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) kepada WN.

Sementara SR Als PJ menjual Surat Hasil Pemeriksaan Swab kepada calon pekerja migran dari harga Rp. 500.000,- sampai dengan Rp. 700.000,- kepada calon pekerja migran

Selanjutnya pada hari sabtu tanggal 09 Januari 2021. SR Als PJ kembali menyuruh WN untuk membuat surat hasil pemeriksaan PCR Swab a.n ENS setelah selesai membuat surat Hasil PCR Swab Pelaku WN selaku pembuat surat (DPO) mengirimkan soft coffe tersebut kepada SR Als PJ via whatshapp dan selanjutnya SR Als PJ mengeprin surat tersebut dan menyerahkan surat- surat keberangkatan Ens tanpa dilakukan pengecekan,Ens berangkat melalui pelabuhan Internasional Batam Centre menuju Singapore.

Lebih lanjut Budi mengatakan, kasus ini sedang kami proses dengan tuntas dan profesional, sekarang sudah masuk ke tahap penyidikan. Akan terus kami kembangkan dan koordinasikan dengan JPU untuk kami kawal kasusnya hingga tuntas P21.” Imbuh nya.

Kami berharap tidak ada lagi pelaku baru lainnya yang berani mencoba – coba melakukan hal yang serupa. Tentunya instansi berwenang untuk mengecek kelengkapan dokumen-dokumen tersebut pasti akan lebih diperketat lagi dan teliti,” jelas Budi

Sementara untuk pasal yang disangkakan terhadap tersangka pasal 263 atau Pasal 266 KUHPidana. “ Barang Siapa membuat Surat Palsu atau memalsukan surat atau Barang siapa menyuruh menempatkan keterangan Palsu kedalam sesuatu Akte authentik tentang sesuatu kejadian yang kebenarannya harus dinyatakan oleh akte itu dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain menggunakan surat – surat itu seolah – olah surat itu asli dan tidak dipalsukan, maka kalau mempergunakannya dapat mendatangkan sesuatu kerugian, diancam pidana penjara paling lama tujuh tahun.” Pungkas AKP Budi Hartono, SIK., MM Kapolsek KKP Batam.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *