Poldasu Catat 1.012 Nomor Seluler Ngeprank Call Center 110

  • Whatsapp

Medan – POLDA (Kepolisian Daerah) Sumatera Utara mengambil langkah tegas terhadap pelaku “Prank” sejak diluncurkan program layanan panggilan darurat call center 110, hingga, Rabu (26/5) sebanyak 39.840 nomor seluler diblokir Polda Sumut karena menggunakan layanan panggilan darurat 110 tidak sesuai peruntukannya, Rabu (26 Mei 2021).

Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak menuturkan,” pelayanan panggilan darurat call center 110 merupakan bagian dari upaya polri dalam memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya melalui bantuan kepolisian.”

Bacaan Lainnya

Namun begitu, setiap pengguna layanan call center 110 melakukan “Prank” laporan atau informasi bohong akan diberi sanksi melalui berbagai tahapan.

Sebab, sebelum layanan call center 110 ini diluncurkan, kepolisian telah mengkaji segala potensi gangguan yang bisa saja terjadi dilakukan orang yang tidak bertanggungjawab.

“Sanksi ini sudah kita atasi dengan teknologi saat ini, diharapkan kepada masyarakat supaya tidak menggunakan layanan tersebut untuk tujuan main-main, karena data anda langsung terlihat di operator,” himbau Kapolda Sumut.

Sementara, Kabagdalops Roops Polda Sumut, AKBP Hilman Wijaya menyampaikan, berdasarkan catatan yang diperoleh, Rabu (26/5), menerangkan sebanyak 39.840 nomor seluler diblokir Polda Sumut karena menggunakan layanan panggilan darurat 110 tidak sesuai peruntukannya.

“Nomor seluler yang diblokir itu karena penggunanya terbukti melakukan perbuatan jahil, ngerjain orang dengan tujuan guyon (Ngeprank) saat menghubungi operator 110 Polda Sumut,” kata Hilman.

Selama kurun waktu satu bulan, sejak diluncurkannya program panggilan darurat 110, tercatat sejumlah 1.012 nomor seluler yang melakukan tindakan “Ngeprank.”

“Nantinya nomor-nomor (seluler) itu apabila dalam tiga kali melakukan perbuatan jahil (ngeprank) akan terblokir secara otomatis. Dan pemilik nomor seluler yang telah diblokir itu tidak akan bisa menghubungi call center 110 sampai kapan pun (selamanya-red),” ungkap mantan Kapolres Padang Sidempuan.

Laporan – Juwaini
Editor – Wira

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *