Penyaluran Zakat Infak Minim: BMK Akan Surati dan Datangi Instansi

  • Whatsapp

Bireuen – Penerimaan zakat dan Infak dari BUMN, Instansi vertikal dan individu  belum meningkat,  Baitul Mal Kabupaten Bireuen akan menyurati serta mendatangi kantor yang belum menyalurkan. 90 persen dana tahap I (Januari-April 2021) telah disalurkan kepada penerima, baik bersumber BMA mahupun BMK sebelum Hari Raya Idhul Fitri 1442, Rabu (9 Juni 2021).

Ketua Badan Baitul Mal Kabupaten Bireuen Tgk Muhammad Hafiq, S,Sy menyampaikan, menurut Qanun 10 Tahun 2018 Tentang Baitul Mal pada Pasal 102 antara lain menyebutkan”, Setiap orang yang beragama  Islam,  Badan Usaha yang dimiliki orang Islam beroperasi di wilayah Bireuen,  zakat karyawan wajib  disalurkan melalui Baitul Mal Kabupaten Bireuen.

Bacaan Lainnya

“Aturan lainnya juga disebutkan mencakup instansi pemerintah, serta pimpinan instansi vertikal, BUMN, lembaga perbankan untuk menyalurkan zakat dan infak pegawai (karyawan) melalui Baitul Mal Kabupaten (BMK) Bireuen, namun pada kenyataannya,”Penerimaan zakat dari instansi vertikal, BUMN dan lembaga perbankan masih minim,” ujar Tgk Hafiq.

Lanjudnya“ Kami punya kewajiban untuk mengingatkan pimpinan instansi dan BUMN atas tanggungjawab dalam menyalurkan zakat dan infak karyawan melalui Baitul Mal Bireuen, meski sumber gaji atau pendapatan mereka bukan dari APBK Bireuen. Persentase penerimaan zakat dari BUMN dan instansi vertikal dan individu hingga saat ini belum meningkat, hanya beberapa instansi saja yang telah menyalurkan zakat dan infak melalui Baitul Mal Kabupaten Bireuen.

“Kami akan menyurati instansi dan BUMN yang belum ada respon, serta mendatangi kekantornya dalam waktu terdekat, sebut Tgk Muhammad Hafiq yang juga Imum Syik Masjid Besar Peusangan.

Dikatakan Tkg Hafiq, Baitul Mal menyalurkan zakat kepada fakir uzur yang sudah terdata dan tepat sasaran, serta mendapatkan hak zakat secara berterusan. Sementara hak miskin terbagi dalam beberapa kategori diantaranya, kepada yang mengajukan permohonan melalui Baitul Mal diberikan hanya sekali.  Kami juga bekerja sama dengan UPZ kecamatan untuk penyaluran hak miskin yang juga diberikan sekali, artinya penerima berganti pada tahap berikutnya,

Hak miskin tersebut juga diberikan kepada santri dayah yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bireuen. Sedangkan hak miskin untuk tunanetra baik, Pertuni maupun non Pertuni akan diberikan secara berterusan, sebut pimpinan Dayah Darul Ulum Al Walliyah Tanoh Mirah Peusangan.

Di Baitul Mal terdata sejumlah para Muallaf yang sudah lama menjadi penerima zakat dari delapan senif  pembagian, tentunya harus terpenuhi dalam setiap penyaluran zakat” Baik itu dilakukan Baitul Mal Kabupaten Bireuen mahupun penyaluran oleh masyarakat.

Sebagai lembaga amil zakat, Baitul Mal Kabupaten Bireuen telah menyalurkan zakat Tahap I periode Januari-April 2021 sebesar Rp1,2 Persen miliar lebih (90 persen) kepada penerima sesuai dengan Syariat Islam. Saat menjelang lebaran Idul Fitri 1442 hijriah kemarin,  telah menyalurkan zakat sebelum lebaran Idul Fitri. Sehingga penerima dapat terbantu, meski jumlah yang disalurkan terbatas sesuai jumlah penerimaan zakat,”Hafiq menjelaskan

Ketua BMK mengungkapkan, saat ini hanya hak miskin melalui UPZ kecamatan yang masih dalam pengumpulan data untuk segera disalurkan. Dikarenakan pada bulan Ramadan kemarin, BMK bersama BMA menyalurkan Santunan Ramadan kepada 606 warga miskin di Bireuen, sehingga program santunan ramadhan diprioritaskan kepada janda yang memiliki tanggungan anak yatim.

“Santunan Ramadan bersumber dana dari BMA, sementara data penerima disediakan dan diverifikasi oleh Amil BMK, santunan tersebut telah disalurkan kepada para penerima melalui rekening Bank Aceh Syariah. Sejauh ini jika dijumlahkan, BMK Bireuen telah menyalurkan zakat kepada 1.622 mustahik selama empat bulan terakhir, baik bersumber dari BMA mahupun BMK,”Ketua Badan Baitul Mal Kabupaten Bireuen menuturkan.

Laporan – Juwaini
Editor – Wira

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *