Penegak Hukum Diminta Usut Tuntas Pengutipan Retribusi oleh PT. PKLE

  • Bagikan

Langsa, – Dana PAD dari hasil tiket masuk (Restribusi) Pengelolaan Ekowisata Hutan Mangrove oleh PT.PKLE selama 6 bulan dipertanyakan. Pasalnya, dana tersebut diduga tidak pernah masuk ke kas daerah. Hal tersebut disampaikan Ketua Forum Peduli Masyarakat Miskin (FPRM) Nasruddin kepada sejumlah wartaean, Senin (04/01/2021).

Menurutnya, “Penyerahan aset Wisata Hutan Mangrove Kuala Langsa yang dilakukan oleh PT. Pekola kepada CV. Ayudhia selaku pengelola yang secara sah patut di Apresiasi.”

Selanjutnya Nasruddin juga,”mempertanyakan terkait Asset milik pemerintah yang ada di lokasi seperti 2 (Dua) Unit Boat Viber terbengkalai bahkan mesin boat tersebut entah kemana.”

Sebelumnya sebut Nasruddin, boat tersebut juga di kelola oleh PT.PKLE. Padahal ketahui pembelian aset tersebut mengunakan uang negara.

“Kita minta pihak penegak hukum mengusutnya, baik retribusi maupun boat yang dibeli dengan uang negara,” kata Nasruddin.

Menurut Nasruddin tidak ada lembaga manapun yang kebal Hukum. “Semuanya sama dimata hukum, tidak ada yang kebal,” tutup Nasruddin.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *