Pemko Harus Panggil YPAP Terkait Pemberitaan Banyaknya IRT yang Jadi PSK di Langsa

Langsa, Viralutama.co.id-Ketua Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM), Nasruddin meminta Pemerintah Kota (Pemko) Langsa segera memanggil Ketua Yayasan Permata Aceh Peduli (YPAP) Aceh yana telah merilis hasil monitoring tentang banyaknya ibu rumah tangga menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK) di Kota Langsa, Aceh.

“Hal ini di pandang perlu agar tidak menimbulkan fitnah terhadap kaum perempuan di Kota Langsa, bila nantinya data tersebut valid, maka semua elemen harus bergerak mengatasi penyakit masyarakat tersebut,” kata Nasruddin yang ditemui wartanusa.id di salah satu warkop di Langsa. Rabu (15/07/2020).

Bacaan Lainnya

Lanjut Nasruddin, begitupun bila tidak benar data yang telah di keluarkan oleh YPAP maka pemerintah Kota Langsa agar melaporkan kasus ini kepada penegak hukum.

Nasruddin juga mempertanyakan metode atau monitoring yang dilakukan oleh Yayasan tersebut sehingga berani menyimpulkan bahwa IRT di Kota Langsa ini banyak yang terlibat PSK akibat dari sektor ekonomi.

Bahkan yang sangat kita sayangkan pernyataan YPAP terkesan seakan-akan IRT di Kota Langsa ini yang terhimpit ekonomi semuanya menjadi PSK.

“Ini sangat berbahaya, akan menjadi stigma bagi orang lain seakan-akan IRT yang terhimpit ekonomi baik yang memiliki suami ataupun yang tidak seolah-olah menjadi PSK untuk menopang kehidupan rumah tangga,” tandasnya.

Untuk itu, Nasruddin mendesak P2TP2A, Dinas Syariat Islam, Kesbangpol dan Dinas Sosial segera memanggil YPAP untuk membuka data hasil monitoring mereka, karena kasus tersebut menyangkut nama baik masyarakat dan Pemerintah Kota Langsa.

Sementara, Sekretaris Dinkes Kota Langsa, Erizal SKM, MKes, kepada wartawan, Rabu, (15/07/2020) telah merilis jumlah kasus HIV AIDS  yang berobat ke klinik voluntery counselling and testing (VCT) di RSUD Langsa terdapat sebanyak 18 kasus, namun hanya 2 kasus yang dari Kota Langsa.

“Sedangkan sisanya berasal dari Kabupaten Aceh Timur, Aceh Tamiang dan Kota Lhokseumawe” terang Erizal.

Menurutnya, pasien yang dari luar daerah  berobat ke RSUD Langsa karena merasa nyaman dan percaya dengan petugas yang ada diklinik VCT RSUD Langsa.

Dan ini sesuai Permenkes RI No. 74 Tahun 2014 semua rumah sakit yang sudah terbentuk klinik VCT wajib melayani seluruh pasien yang berkunjung untuk melakukan konseling baik dari dalam dan luar daerah,” imbuhnya.

Erizal juga mengatakan informasi yang menyebutkan bahwa penyebaran HIV AIDS di Kota Lngsa tinggi tidak sesuai dengan data yang ada, karena mereka hanya pasien dari luar daerah yang berobat ke klinik VCT RSUD Langsa.

“Berita tersebut sangat tendensius yang telah membuat nama Kota Langsa tercemar, pada hal data yang ada sama kita tidak seperti itu. Namun bila dikaitkan banyaknya PSK di Kota Langsa itu tidak nemiliki korelasi secara medis,”

Karena penyebaran HIV/AIDS tidak hanya karena hubungan intim dengan orang yang sudah terinfeksi HIV saja, namun bisa jadi melalui jarum suntik dan pertukaran cairan tubuh.

“Jadi peningkatan kasus HIV  bukan hanya dengan adanya kasus PSK,” tutup Erizal

Pos terkait