Pekerjaan Sanimas Dikota Langsa Anggaran Tidak Dibawah Kendali PUPR Pemko Langsa

  • Whatsapp

Banda Aceh, – Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan Program Padat Karya tunai yang dilakukan pada bulan April 2020 lalu, dan diketahui, Kementerian PUPR telah melakukan upaya Percepatan Realisasi Program Padat Karya Senilai Rp 8,64 triliun untuk Mendorong Daya Beli masyarakat saat kondisi Pandemi Covid-19.

Saat itu Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Danis H. Sumadilaga telah menyampaikan ada terdapat empat Program di bawah Cipta Karya yaitu,” Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (Pisew), Penataan Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas).”

Bacaan Lainnya

“Adapun beberapa kegiatan Sanimas yaitu Prasarana Mandi, Cuci, Kakus (MCK), Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Komunal, IPAL Kombinasi dengan MCK, dan Sambungan Rumah (SR).

Juga, termasuk program Kotaku yang bertujuan untuk meningkatkan Akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh perkotaan untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan.

Dari lima komponen kegiatan Kotaku adalah perbaikan saluran, pembangunan tempat penampungan sampah (TPS), pembangunan jalan lingkungan, penanggulangan kebakaran (jalur evakuasi) dan ruang terbuka hijau (RTH).

Pada 2020 lalu, Program Pamsimas untuk dilaksanakan di 5.053 desa dengan anggaran Rp767 miliar, Sanimas di 1.026 lokasi dengan anggaran sebesar Rp 398 miliar.

Kemudian, program Kotaku di 364 desa/kelurahan dengan anggaran sebesarĀ  Rp 259 miliar. Selanjutnya, program Pisew di 900 kecamatan dengan anggaran Rp 540 miliar, TPS-3R di 106 lokasi dengan anggaran Rp 79 miliar.

Salah satunya Program kegiatan tersebut telah dilaksanakan di wilayah Pemko Langsa, seperti yang terpantau para awak media dibeberapa lokasi, Rabu (10/3/2021) seperti di Gampong Pondok Kemuning kecamatan Langsa Baro kota Langsa, proyek pembangunan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Terpadu (SPALD-T) Pada Program SANIMAS yang dilaksanakan oleh BKM Perdamaian Gampong Pondok Kemuning, dengan anggaran sebesar Rp 500.000.000,-melalui sumber dana APBN tahun 2020 lalu kenyataanya belum terselesaikan 100% hingga kini

Dan demikian juga pekerjaan Saninas yang terdapat digampong Jawa Belakang kecamatan Langsa Baro, yang nilai nya sama yaitu sebesar Rp 500.000.000.- sumber dana APBN 2020 lalu juga hingga kini Pekerjaannya belum rampung 100%.

Oleh karena pekerjaan tersebut dibawah Dirjend Cipta Karya Kementrian PUPERA, Maka sejumlah awak media mempertanyakan persoalan tersebut kepada dinas PUPR kota, namun pihak PUPR kota Langsa mengaku terkait dengan pekerjaan tersebut anggaranya bukan dibawah PUPR karena sumber dama APBN.

“Nggak berani tanggapi apapun karena itu APBN anggarannya nggak dibawah kendali kami.”ujar Muharam ST.MT kepala dinas PUPR kota Langsa.

Demikian juga Kabid Cipta Karya Dinas PUPR kota Langsa Yuyun Oriza ST, saat dikonfirmasi mengatakan,” Sudah kita sampaikan kegiatan itu bukan di bawah kita tapi tetap semua minta saya saja yang di minta konfirmasi.”sebutnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *