Nek Bal”HIPAKAD”Tolak Mantan Koruptor Pimpin Aceh

BANDA ACEH,Viralutama.co.id – Melihat kondisi Kemiskinan Provinsi Aceh saat ini yang masih memprihatinkan, pemberlakuan Syariat Islam secara Kaffah serta berbagai julukan dan identik yang melekat, hingga ke perangkingan tertinggi satu diantaranya mendapatkan predikat termiskin di Sumatera.

Ketua Hipakad (Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat) Ir. H. Iqbal Piyeung menyebutkan, salah satu penyebab itu terjadi adalah akibat masih ada mantan koruptor yang masih menduduki posisi – posisi puncak dalam berbagai tempat strategis baik itu organisa swasta maupun pemerintah.

Bacaan Lainnya

Nek Bal”Sapaan akrab (Iqbal Piyeung) sehari hari di masyarakat maupun kalangan pasantren kepada sejumlah wartawan dari berbagai media massa Minggu (28/6) sambil ngopi bareng menuturkan, saat ini kami pihak Hipakad Aceh” menolak secara tegas terhadap semua koruptor untuk tidak memimpin di Aceh mulai dari “Kepala Lingkungan di Desa hingga pimpinan tinggi ditingkat Provinsi,

Ia menyebutkan” Syariat Islam secara Kaffah di Provinsi Aceh saat ini sudah diberlakukan, kita dituntut untuk memilih orang – orang yang bersih dari korupsi, narkoba atau yang bersih dari moralitas, karena sekiranya dia memegang peranan di berbagai tempat, suatu saat pasti akan mengulanginya baik secara langsung ataupun tidak,

Pimpinan Pasantren Lampoh Awe Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar ini secara tegas menolak semua pimpinan yang merupakan mantan koruptor untuk berkuasa di Aceh mulai dari yang kecil seperti Kepala Lorong sampai dengan pimpinan organisasi tertentu di tingkat Provinsi Aceh,

“Terpuruknya ekonomi dan moral rakyat atau masyarakat khususnya di Provinsi paling ujung barat Indonesia ini, akibat dari koruptor yang rusak moralnya, masih memimpin di beberapa tempat termasuk Kepala Desa, ungkap Ir. H.Iqbal Piyeung
(WR/JW)

Pos terkait