Mengambang 3 Tahun, Masyarakat Desak Pemdes Cot Bukeet Gelar Rapat Umum

  • Whatsapp

Bireuen – Masyarakat mendesak Pemdes Cot Bukeet Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen segera gelar rapat umum, Tuhapeut segera Surati pemdes, Tiada Arsip salinan Pengajuan dan laporan pengunaan ADD sejak 3 tahun terakhir, Geuchik pemberhentian Ketua Pemuda karena tiada ijazah, Kamis (25 Februari 2021).

Warga Gampong Cot Buket AW (35) kepada Viralutama.co.id menyampaikan,”Banyak kejanggalan yang terjadi terhadap pelaksanaan pembangunan didesa kami, selain tidak tepat sasaran, juga tidak sesuai RAB hingga penambahan anggaran pada item yang telah ditentukan dalam RAB sebelumnya,”

Bacaan Lainnya

“Sebagaimana terjadi pada Pelaksanaan pembangunan lapangan Volly yang menguras anggaran sebesar Rp.60 Juta, tercium kesan manipulasi pada pengadaan batu prasasti hingga 7 unit. Sepengetahuan kami setiap item pekerjaan hanya membutuhkan satu unit Batu Nisan (Prasasti), pengerjaan sempat terkendala beberapa waktu dengan alasan anggaran yang tidak mencukupi,” Ini Sangat aneh, ujar AW.

MW (34) warga setempat juga mengatakan,”Selama Periode ke II masa kepemimpinan Keuchik (Kades) saya lihat belum pernah digelar rapat umum di Meunasah (Balai Desa), kami masyarakat mendasak Pemdes Cot Buket segera menggelar rapat umum dan menyampaikan laporan pelaksanaan pembangunan desa baik Fisik serta lainnya secara transparan dan akuntabel,”harapnya.

Sementara AF (60) menyebutkan, “Tidak pernah ada rapat yang digelar Pemdes Cot Bukeet selama kurun waktu 3 Tahun lebih, jika pun ada hanya pada awal jabatan periode ke II Keuchik pada awal tahun 2019 lalu, selebihnya tidak pernah ada rapat umum sepengetahuan saya, bahkan terus mengambang hingga sampai 3 Tahun, “ujarnya.

Sementara itu Ketua Pemuda Ilyas saat dikonfirmasi media ini mengatakan,”terkait pemberhentian saya dari unsur kepemudaan oleh Keuchik, kepada saya tidak pernah diberitahukan secara langsung atas alasan dan tujuan pemberhentian saya. Saya sendiri mengetahuinya dari isu yang sedang berkembang diwarung kopi,”

“Itupun dikarenakan ada masyarakat yang menanyakan kesaya tekait berita yang berkembang. Bagaimana mau menjelaskan, sedang saya sendiri tidak diberitahukan tentang pemberhentian tersebut baik oleh Sekdes maupun keuchik. Saya dipilih oleh masyarakat secara umum sebagai ketua pemuda sejak 4 tahun lalu,”ujar Ilyas.

Selanjutnya Ketua Tuhapeut H. Hasmawardi Hasyem kepada wartawan membenarkan,” terkait tidak adanya rapat umum yang digelar Pemdes Cot Bukeet selain rapat pada awal tahun 2019 lalu, itupun suasana rapat sempat memanas. Tiada kesimpulan yang dapat diambil ketika itu, dengan suasana tersebut,” Rapat terpaksa harus diakhiri untuk meredakan keadaan yang semakin memanas,”sebutnya.

“Terkait hal dimaksud, saya selaku Ketua Tuhapeut telah berulang kali menyampaikan ke Keuchik untuk segera menggelar rapat umum, hingga 3 Tahun berjalan belum ada tanda-tanda terkait hal tersebut. Untuk itu Lembaga Tuhapeut Cot Bukeet sesegera mungkin menyurati Pemdes untuk menggelar rapat umum secara tertulis,”ungkap H. Hasmawardi.
“Sehingga Hari ini Kamis (25/2) tidak ada arsip salinan laporan pertanggung jawaban pelaksanaan pembangunan selama 3 tahun terakhir. Oleh karena setiap usulan dan laporan yang saya tanda tangani, salinannya tidak pernah diberikan kepada kami waluaupun sudah diwanti-wanti kepada Sekdes. Sepertinya tetap tidak diindahkan,” Ya begitulah desa kami,”Tuhapeut menjelaskan.

Kemudian Keuchik Cot Buket T. Iskandar T. Raja kepada Viralutama.co.id mengatakan,” Rapat selalu digelar setiap tahun berjalan walau tidak dalam bentuk umum. Jika tidak ada rapat (Pembahasan) tidak mungkin pelaksanaan pembangunan yang menggunakan ADD dikerjakan,”katanya.

“Begitu juga terhadap pemberhentian ketua pemuda, memberhentikan saudara Ilyas dikarenakan beliau tidak mememiliki Ijazah sebagai persyaratan dalam jabatan tersebut. Untuk mengisi kekosongan, Pemdes Cot Buket telah menunjuk Edi yang berpendidikan S1 sebagai Plt Ketua pemuda untuk sementara waktu,”jelas Geuchik kepada wartawan dikediamanya, Kamis (25/2) (Bersambung -)

Laporan – Juwaini
Editor – Wira

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *