Melahirkan Di Sekolah, Status Siswi MW Dicabut dan Dikeluarkan Dari Madrasah

  • Whatsapp

Bireuen – Kepala MAN I Bireuen Drs M. Gade, Salah satu siswi yang melahirkan seorang bayi laki-laki di komplek sekolah, Tiada kaitannya dengan Madrasah. Kisah cinta terlarang ME dilakukan dengan pria beristri, Pihak madrasah mencabut hak kesiswaan MW karena telah melanggar aturan disiplin intansi pendidikan, Selasa (16 Maret 2021).

Kepala MAN I Bireuen Drs. M.Gade kepada Viralutama.co.id menyampaikan, Terkait peristiwa siswi yang dikabarkan bersalin di komplek mandrasah, Senin (15/3) kejadian tersebut sama sekali tiada kaitannya dengan pihak sekolah baik dewan guru mahupun murid dari MAN I Bireuen.

Bacaan Lainnya

MW merupakan salah satu siswi MAN I kelas III sedang mengikuti ujian akhir di ruangan Lab sekolah, sebagaimana diketahui yang bersangkutan bersalin di komplek madrasah melahirkan seorang bayi laki-laki. Sebagai tanggung jawab sekolah, kita telah berupaya memfasilitasinya dari proses persalinan hingga sampai ke Rumah Sakit Rujukan,” sebut kepala madrasah.

“Yang Sangat perlu difahami bersama”, Terkait masaalah yang menimpa MW tersebut tiada kaitannya dengan lembaga pendidikan di lingkup MAN I Bireuen. Sedari awal kehamilan hingga bersalin, pihak sekolah didak pernah diberitahukan baik oleh MW mahupun keluarganya.

Kisah cinta terlarang Dua Sejoli dimaksud terjadi diluar lingkungan lembaga pendidikan,” Apalagi hal tidak senonoh tersebut dilakukan dengan seorang laki-laki yang telah beristri, bahkan asmara birahi terlarang dikakukan berulang kali, menurut informasi dihimpun pihak madrasah, tambah pimpinan MAN Samalanga (I Bireuen).

Menindaklanjuti permasalahan tersebut, pihak lembaga pendidikan MAN I Bireuen mengambil sikap”, Mengeluarkan dan mencabut status kesiswaan MW sebagai pelajar (Murid) dikarenakan telah melanggar aturan dan ketentuan intansi pendidikan sebagai seorang Siswi,”ujar M. Gade.

Dikatakan Ka MAN I, Berikutan kejadian yang menimpa MW, pihak sekolah akan sesegera mungkin menggelar pertemuan (Rapat) dengan mengundang seluruh orang tua (Wali) murid, dikarenakan sebelumnya telah pernah disampaikan ke wali murid bahwa.

“Kerjasama antara pihak Mandrasah dengan wali murid tidak pernah terputus melalui perkongsian informasi dan kondisi masing-masing Siswa/Siswi, baik menyangkut proses belajar mengajar hingga permasalahan yang dihadapi para siswa,”Kepala MAN I Bireuen menjelaskan.

Laporan – Juwaini
Editor – Wira

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *