LSM Perintis : Aparatur Gampong Menari Nari Dengan Dana Desa, Masyarakat Yang Menjerit Terjepit

  • Bagikan

Banda Aceh, – Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek)terhadap Aparatur Gampong  keluar daerah itu sebenarnya sangar tidak menjamin terlaksananya pembangunan dan pemberdayaan serta membangkitkan perekonomian  dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Seperti yang sama sama kita ketahui, dan yang baru dilaksanakan oleh hampir seluruh aparatur gampong dilingkungan Pemko Langsa telah melaksanakan kegiatan Bimtek di daerah Sumatra Utara selama 4 hari, yang sebelumnya telah melaksanakan Bimtek di Banda Aceh selama 3 hari dengan tema Bimtek Bela Negara yang dilaksanakan di hotel Kriyad. Yang dilaksanakan oleh pihak ketiga.

Selanjutnya sesuai dengan surat kepala DPMG Pemko Langsa Al Azmy S.STP.M.AP dengan nomor 140/109/2021 Perihal : Penyampaian Bimtek Aparatur Gampong, surat tersebut ditujukan kepada para Camat dilingkungan Pemko Langsa, tanggal 26 Februari 2021. Kembali Aparatur Gampong dilingkungan Pemko Langsa melaksanakan Bimtek di Sumatera Utara Medan di Karibia Butique Hotel selama 4 hari yang dilaksanakan dari tanggal 4 s/d 7 Maret 2021.

Terkait dengan persoalan tersebut salah seorang Camat dikota Langsa saat dikonfirmasi siapa saja yang ikut Bimtek Aparatur gampong,  di Sumatera Utara, Camat menjelaskan,” salah satunya  Keuchik dan yang ikut ada juga Tuhapet juga Sekdes, tapi itu tergantung sama Keuchiknya.”Jelas Camat.Senin(8/3/2021).

Selanjutnya salah seorang Keuchik pada saat di tanya siapa siapa yang ikut kegiatan Bimtek, Keuchik juga mengatakan, “Iya benar perangkat desa yang ikut terutama Keuchik, ada Tuhapet, ada Sekdes, juga ada Kaur keuangan.”katanya.

“Kami waktu Bimtek di Banda Aceh Temanya Bimtek Membela Negara, tapi waktu Bimtek di Medan kemarin Temanya Pencegahan Tindak Pidana Korupsi.” ungkapnya.

Mirisnya, ungkapan dan keluhan sejumlah masyarakat yang enggan disebut namanya, sebenarnya  sangat menyayangkan kegiatan Bimtek aparatur desa keluar daerah, sebab tidak sedikit ADD yang terserap untuk kegiatan Bintek tersebut,”

“Yang heran lagi mengapa pak Keuchik dan perangkat desa  sebentar sebentar Bimtek diluar daerah, apakah kegiatan Bimtek tersebut tidak bisa dilakukan di desa atau dikecamatan, kan lebih menghemat anggaran. Dan kami juga sebagai masyarakat bisa melihat apa Bimtek tersebut.”

“Katanya di musim Pandemik Covid-19, tidak boleh kumpul kumpul tapi kok mereka bisa melaksanakan kegiatan dan bisa kumpul kumpul diluar daerah sana, aneh kalau kita lihat,”imbuhnya.

Menyikapi persolaan tersebut Zulfadli ketua LSM Perintis angkat Bicara, Selasa (9/3/2021) dan mengatakan.”Saat ini Masyarakat sedang terjepit dan menjerit membutuhkan perhatian yang serius,”sebutnya.

Lanjut Zulfadli.” Justru Aparatur Gampong malah menari-nari diuang Gampong yang peruntukannya tidak tepat sasaran dan terkesan mubajir alias tidak bermanfaat.”tegas Zulfadli.

“Kapan lagi aparatur gampong berbuat yang serius untuk masyarakat, mendampingi Gampong mandiri dan tangguh atau hanya sebuah kata tanpa makna dan tujuan hanjur sebuah Negeri karena pejabat tak punya hati Nurani dan Mati Rasa Empati terhadap sekitar nya.”ujar Zulfadli.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *