L-KPK Menduga Inspektorat Aceh Timur Lindungi Keuchik Korupsi

  • Bagikan

Aceh Timur,-Wakil Ketua Markas Wilayah Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (L-KPK) Kabupaten Aceh Timur, Reza Nuarif, menduga pihak Inspektorat Kabupaten Aceh Timur, sengaja melindungi sejumlah aparat desa yang diduga telah melakukan tindak pidana korupsi Dana Desa(DD) selama ini di Aceh Timur.

Hal itu dinyatakan oleh Reza, Kamis (18/03/2021) kemarin. Bukannya tanpa alasan, sebab menurut pantauan pihaknya, inspektorat Aceh Timur, terkesan tidak serius dan lunak pada setiap laporan penyimpangan dana desa(DD) yang diadukan masyarakat.

“Kami menduga mereka justru melindungi koruptor dana desa(DD) di Aceh Timur ini, bukan memberantasnya, sebab begitu banyak laporan dan pengaduan masyarakat selama ini, tapi rasanya tidak seberapa yang ditanggapi serius, bahkan banyak kejanggalan yang dipertontonkan ke publik terkait penanganan atas laporan dan pengaduan dugaan korupsi oleh masyarakat,” kata Reza.

Aktivis anti korupsi itu mencurigai, bahwa selama ini inspektorat Aceh Timur menyembunyikan banyak permainan dibalik penanganan laporan tethadap dugaan serta praktek tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh sejumlah kepala desa beberapa tahun terakhir.

” Di Aceh Timur ini kalau benar – benar diperiksa, mungkin hampir semua desa ada terjadi tindak pidana korupsinya, tapi mengapa justru inspektorat santai – santai saja, bahkan kami pernah mendengar isu bahwa Keuchik yang melakukan korupsi justru dimanja dan diberi kesempatan untuk mencicil sedikit demi sedikit uang desa yang sudah dihabiskannya untuk kepentingan pribadi dan foya – foya,”

“Padahal itu jumlahnya ada yang sampai Rp.400 jutaan, bahkan lebih, ini kan mencurigakan sikap dari inspektorat ini, ada apa, mereka santai aja uang negara dihabiskan di desa seperti itu, padahal tidak sedikit masyarakat yang mau bersusah payah mengumpulkan sendiri bukti – bukti kejahatan tindak pidana korupsi dana desa (DD) dan langsung melaporkannya,”

“Tapi mereka pada akhirnya kecewa sampai ke inspektorat tersebut, bahkan ada yang harus mondar – mandir mempertanyakan perkembangannya, terkesan tidak dihargai,” ketus Reza yang dikenal sangat garang dalam orasi – orasinya di setiap aksi demonstrasi tersebut, seperti salah satunya aksi demo menuntut pembubaran Bimtek aparat desa di Hotel Royal – IDI beberapa waktu lalu.

Dia juga menyebutkan bahwa selama ini inspektorat Aceh Timur terlalu banyak memberikan pernyataan – pernyataan yang kontroversial ke publik, serta sikap yang justru berseberangan dengan prinsip – prinsip penegakan hukum, khususnya Undang – undang anti korupsi di Republik Indonesia.

” Selain pernah kami dengar katanya bisa nyicil untuk mengembalikan uang yang diduga dikorupsi, kemudian mereka juga sering beralasan kekurangan jumlah petugas, selain itu mereka juga pernah kami dengar mengatakan kan enggak mungkin ditangkap semua geuchik – geuchik yang korup, bisa penuh penjara, meskipun bukan pernyataan resmi, tapi itu sangat melukai hati rakyat dan tidak ada rasa keadilan dan berseberangan dengan prinsip penegakan hukum,”

“Padahal tidak sedikit masyarakat yang melaporkan berbagai dugaan penyimpangan uang negara ke inspektorat itu, tapi banyak yang kandas begitu saja, ini kenapa, apa ada pak bos besar yang menekan mereka di balik ini?” pungkas mahasiswa perbankan IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa tersebut mengakhiri pernyataan Persnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *