Ketua HMI : Pernyataan Ketua Komisi IV DPRK Langsa Sangat “Tendensius”

  • Whatsapp

Langsa – melihat pernyataan Ketua komisi IV DPRK Langsa mendapat sorotan dari berbagai pihak, tidak terkecuali oleh Ketua Umum HMI Cabang Langsa kakanda Muhammad Jailani sebagaimana melalui siaran persnya beliau menyampaikan “saya fikir apa yang disampaikan oleh oknum dewan tersebut hanya untuk memperkeruh suasana dan sangat tidak visioner terhadap kondisi pertumbuhan dan perkembangan kota Langsa ini,” sampainya. Selasa(25/05).

“Seharusnya sesuatu yang dijadikan atau diciptakan dari kondisi kurang baik menjadi yang lebih baik mestinya mendapat nilai apresiasi yang pantas. bukan malah sebaliknya, apalagi menjadi sebuah cemoohan seolah olah bermasalah sehingga layak untuk di kritisi miring, tentu hal ini kita nilai di fair dan mendiskreditkan apa yang udah dicapai oleh pihak rekanan (pihak ketiga). Dalam posisi ini kita bukan untuk membela oknum pihak ketiga (rekanan) CV. Trans Langsa tetapi kita melihat lebih luas daripada itu, yakni dari mulai proses pembenahan sampai pada hasil saat ini yaitu tertibnya manajemen parkir baik itu jukir (juru parkir) maupun sampai pada jumlah setoran PAD yang terukur dan tepat waktu.” sampainya.

Bacaan Lainnya

Kemudian jailani yang juga mantan presiden mahasiswa IAIN Langsa itu menambahkan, “sebagaimana Qanun Kota Langsa No. 8 th 2013 tentang perparkiran pada Bab III Pasal 3 menjelaskan bahwa “perparkiran dapat dilaksanakan oleh pemerintah kota atau badan” tentu CV. Trans Langsa sudah memiliki status hukum yang pasti, sehingga dapat dan boleh melaksanakan sesuai peraturan perundangan yang berlaku sehingga apa yang dikritisi oleh oknum DPRK Langsa itu sudah tentu tidak mendasar dan lebih kepada suatu hal yang tendensius.”

“Terlebih lagi ini pengelolaan perparkiran di Kota Langsa ini oleh CV. Trans Langsa telah berlalu sejak awal tahun 2021 tentunya sudah berjalan hampir setengah tahun lalu, dan baru sekarang dikritisi soal prosesnya, Saya fikir oknum DPRK Langsa itu terlalu telat bangun dari tidur panjangnya atau tidurnya yang kesiangan sehingga linglung. Kita berharap hal ini tidak terjadi lagi sehingga berdampak negatif pada institusi DPRK Langsa.”ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *