Kesal Motornya Mogok: Warga Sakit Jiwa Rusak Kantor Camat Jeunieb

  • Bagikan

Bireuen – Kesal dengan Motor yang mogok di jalan, Muhammad Cibran (37) tahun warga Desa Panton Kecamatan Pandrah Kabupaten Bireuen, melempari dan merusak kantor camat kecamatan Jeunieb. Diketahui pelaku mengalami gangguan jiwa sejak pulang dari Malaysia, pelaku diamankan di Polsek setempat, Minggu (25 April 2021).

Kapolres Bireuen, AKBP Taufik Hidayat, SH, SIK melalui Kapolsek Jeunieb IPDA Syafar, SH mengatakan, telah terjadi pelemparan dan pengrusakan kantor camat setempat pada, Minggu (25 April 2021) sekitar jam 13: 30 Wib oleh seorang warga berasal dari Desa Panton Kecamatan Pandrah Kabupaten Bireuen, pelaku berinisial Muhammad Cibran (37) tahun.

Saat ini Pelaku telah diamankan di Polsek Kecamatan Jeunieb Kabupaten Bireuen, berdasarkan pelaku tidak mau membuka suara (Komunikasi) kita (Polsek) telah memanggil keluarga yang bersangkutan, dari keterangan keluarga diketahui bahwa pelaku mengalami gangguan kejiwaannya sejak pulang dari malaysia beberapa waktu lalu,” ujar IPDA Syafar, SH.

Sebelumnya, kendaraan Muhammad Cibran mogok bertepatan di sekitar lokasi kantor camat Jeunieb, akibat motornya yang tak kunjung dapat dihidupkan (Menyala) Sangking Kesalnya terhadap motor tersebut, pelaku membuang amarahnya dengan melempari dan merusak pintu serta jendela kantor dimaksud.

“Muhammad Cibran tidak mungkin di tangani kejalur hukum, dikarenakan yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa (Terindikasi) Selain itu, pelaku tidak memungkinkan juga untuk diamankan dalam waktu yang lebih lama ditahanan kepolisian, oleh karena kesehatannya juga perlu mendapatkan perawatan dan pehatian secara khusus di Rumah Sakit Terkait,” Kapolsek Menuturkan.

Sementara Camat Jeunieb, Yusri SHi kepada Viralutama.co.id menyampaikan, terkait pelemparan dan pengrusakan kantor benar adanya. Kejadian tersebut berlaku pada Minggu (25/4) dan kejadian tersebut telah ditangani pihak kepolisian.

Berdasarkan keterangan keluarga, pelaku (MC) merupakan warga yang mengalami gangguan jiwa, tidak mungkin yang bersangkutan dapat diproses dengan jalur hukum. Terkait kerugian yang diakibatkan atas pengrusakan kantor camat tersebut, kita akan menempuh jalan secara kekeluargaan,”ujar Yusri.

“Kerugian yang ditimbulkan berkisar Rp. 5.000.000 lebih kurangnya, kita berupaya supaya keluarga pelaku bersedia menggantikan kerugian tersebut. Pendekatan kekeluargaan telahpun disampaikan kepada Geuchik (Kades) Desa Ulee Rabo, dimana saudara kandung pelaku berdomisili.

“Terkait kesepakatan tersebut, telahpun disetujui oleh kades setempat dan sedang dalam upaya penyampaian ke keluarga yang bersangkutan. Semoga pihak keluarga MC dapat merespon sesegera mungkin terkait insiden yang dilakukan oleh adik kandungnya,”Camat Jeunieb menjelaskan.

Laporan – Juwaini
Editor – Wira

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *