Kehadiran PT. PANBIL GROUP di Desa Kundur, Jadikan Warga Setempat Melarat Dan Miskin Serta Menderita

  • Whatsapp
Perbatasan Lahan Tanah Kepunyaan PT. Panbil Group Dgn Lahan Kepunyaan Warga, Yang Hanya Dibatasi Parit ( Doc. Hazwan. )

Karimun– Bagi masyarakat yang berdomisili dan bertempat tinggal diseputaran Produksi Galian C Tambang Pasir Darat PT. Panbil Group, didalam beberapa bulan terakhir ini dibuat tidak nyaman, mengingat kehadiran Penambangan Pasir Darat tersebut, bukan menjadikan warga masyarakat menjadi tumbuh, maju dan berkembang serta terbantu ekonomi nya, justru sebaliknya.

Kehadiran PT. Panbil Group menjadikan warga masyarakat makin melarat, miskin dan menderita, betapa tidak, sejak awal beroperasinya perusahaan Tambang Pasir Darat tersebut sejak satu tahun yang lalu, hingga saat berita ini dimediakan, Dana Konvensasi dan atau Dana CSR dari Perusahaan untuk masyarakat tidak pernah ada, warga masyarakat dilingkungan Perusahaan, hanya dihargai dengan uang sejumlah Rp. 400 Ribu Per KK berdasarkan Ring dan atau jauh dekatnya tempat tinggal warga dari Perusahaan, bahkan dana yang diserahkan oleh Perusahaan tersebut kepada masyarakat, hanya sekali saja dan berlaku sejak Perusahaan beroperasi sampai perusahaan tutup, jadi selama PT. Panbil Group Masih beraktifitas di Desa Kundur, warga setempat hanya menjadi penonton setia, memandang dan melihat saja tanpa dapat berbuat Banyak.

Demikian dikatakan Alit ( 38 ), Ketua RT. 02 Telok Desa Kundur, didampingi beberapa warga lain Senin (31-05) Siang, menurut Alit, sangat tidak wajar Keberadaan PT. Panbil Group acuh dan tidak memandang warga disekitarnya, mereka (Management-Red) mungkin merasa mereka kuat dan hebat, sehingga masyarakat hanya dipandang sebelah mata.” kata Alit.

Pertama awal berdiri Perusahaan, kebersamaan antara perusahaan dengan masyarakat cukup terbina dengan baik, tapi setelah Perusahaan beraktifitas, secara berlahan masyarakat oleh PT. Panbil Group tidak dipandang lagi,” jelas Alit.

Beberapa kali atas nama ketua RT, dirinya ( Alit-Red ) mendatangi Pihak Management Perusahaan, mempertanyakan tentang dana kepedulian perusahaan terhadap warga, tetapi tidak pernah ditanggapi oleh Perusahaan, dan akibat ketidak pedulian perusahaan terhadap warga sekitar, menjadikan masyarakat bingung hendak kemana lagi mengadu.

Ditempat terpisah menurut Dani, Ketua Karang Taruna Kecamatan Kundur Barat, ketika dijumpai dan diminta komentarnya menjelaskan, dana sebanyak Rp. 400 Ribu Per KK dan hanya diberikan sekali dari mulai Perusahaan peroperasi sampai Perusahaan tutup, itu dana apa, dan dana itu tidak merupakan Dana Konvensasi atau dana CSR, ini berarti perusahaan sudah semena-mena dalam melakukan penambangan, dan telah menyalahi aturan, jelas-jelas penambangan cepat atau lambat akan memberikan dampak terhadap lingkungan, apalagi batas areal tanah kepunyaan Perusahaan dengan tanah milik masyarakat hanya dibatasi parit, apa untuk kedepannya tanaman karet warga tidak rusak, dan masih banyak lagi dampak lain yang ditimbulkan, kesemuanya merugikan masyarakat sekitar,” jelas Dani.

Kepala Desa Kundur Nuru ketika dijumpai Viralutama.co.id dan diminta tanggapan menjelaskan, Jika masyarakat ingin menuntut hak mereka dari aktifitas penambangan, sampaikan saja kepada perusahaan dengan cara santun, semoga Perusahaan dapat memahaminya, dan lebih jauh menurut Nuru, didalam hal ini PT. Panbil Group diminta arif dan bijak menyikapi permasalahan dari keluhan warga,” ujar Nuru.

Lain halnya menurut Camat Kundur Barat Murnizam menurut Murnizam, jika permintaan warga wajar, tidak ada alasan Perusahaan untuk tidak membantu,” ucap Murnizam.

Pantauan Viralutama dilapangan, ketidak-pedulian PT. Panbil Group kepada masyarakat disekitar areal perusahaan dan terkesan mengaburkan dana Konvensasi dan atau dana CSR, sepertinya harus melibatkan Bupati Kabupaten Karimun, sehingga permasalahan yang dihadapi warga tidak berkepanjangan.

Penulis : Hazwan, Z. SH

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *