KEBERADAAN BUMDES BANTU TUMBUH KEMBANGKAN KEMAJUAN DI DESA

  • Whatsapp

Foto Ilustrasi tenda ( Google.com )

Karimun– Dibentuk dan di kembangkan nya Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) yang mewajibkan, dikelola oleh tangan-tangan yang berilmu Managemen dan berjiwa menumbuh-kembangkan usaha, merupakan upaya yang wajib ditempuh oleh Kepala Desa beserta Perangkat Desa, mengingat dana yang digunakan oleh Pemerintahan Desa, seyogyanya merupakan uang masyarakat, yang kebetulan saja dititipkan kepada Pemerintah Desa.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa beserta Perangkatnya tidak boleh gegabah, dan terburu, buru didalam membentuk dan memutuskan pemberian bantuan, didalam keikut sertaan saham kepada Bundes, jika tidak menguasai dengan utuh, ragam bidang usaha dan keuntungan yang diperoleh pengelola Bumdes.

Mengingat, keikut sertaan saham Pemerintah Desa sebanyak ratusan juta didalam Usaha Bumdes, bukan merupakan dana habis, tetapi merupakan dana titipan untuk ditumbuh-kembangkan, dengan bentuk usaha, yang mampu memberikan keuntungan bagi Bumdes dan terbantu serta terangkatnya usaha masyarakat Desa yang selama ini bermodal sangat terbatas, dengan harapan suatu saat Bumdes dapat menjadi penyangga, kemajuan Desa untuk mandiri, mampu menumbuh-kembangkan Kemajuan Pembangunan di desa.

Managemen Pengelola Bumdes yang handal, akan melirik bentuk usaha yang menjanjikan, seperti salah-satunya melibatkan bantuan dana kepada produk usaha kecil, yang merupakan khas Desa dari warga yang bermodal tipis, tetapi berpeluang untuk dipasarkan keluar Desa.
Bukan justru sebaliknya, keterlibatan Pemerintanan Desa memberi saham yang dikelola oleh Bumdes, sudahlah dikelola dengan management yang SDM terbatas, Bidang Usaha yang digeluti penyewaan Melon, Penyewaan Kursi dan Tenda, Simpan Pinjam Kepada Warga dan Warung runcit, kesemua bentuk usaha tersebut, jelas merupakan usaha yang justru mematikan usaha warga Desa dan ini sangat beresiko, dan diyakini Desa tidak akan tumbuh, maju dan berkembang,

Berapa banyak para Pengelola Bumdes di Desa se Kab. Karimun, yang “Mati Suri” merugi dengan berbagai alasan, hanya berapa persen saja Bumdes yang masih bertahan dengan bentuk usaha yang tertateh-tateh, serta Kantor Bumdes yang masih meminjam dan menumpang tempat. Ingat, pemberian Saham didalam bentuk dana segar kepada Bumdes dari ADD/ DD, merupakan saham yang wajib dikembalikan, tidak ada istilah Bumdes merugi, kesemuanya wajib dipertanggung jawabkan.

Keterlibatan BPMD (Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa) selaku Pembina dan Para Uspika selaku pendamping, Wartawan, LSM, Masyarakat dan Aparat Penegak Hukum, kesemuanya selaku pengawas, terhadap pengelolaan dana Bumdes, yang nota-bene dana masyarakat. tersalah langkah didalam penggunaan dana Bumdes, sanksi hukum didepan mata.

Bupati Karimun H. Aunur Rafiq, S. Sos, MSi ketika dijumpai dan diminta komentarnya, terkait keberadaan Bumdes Sabtu (17/07) didalam kunjungannya ke Tanjung Batu Kundur mengemukakan, sesungguhnya keberadaan Bumdes, untuk menjadikan Desa tersebut Mandiri, dan mampu mengangkat tingkat perekonomian kehidupan warga Desa, pembangunan di Desa secara berlahan Bisa tumbuh dan maju serta berkembang, mungkin suasana Virus Corona Covid 19, menjadikan banyak Bumdes di Desa belum mampu berbuat maksimal, dirinya (Bupati-Red) yakin dan percaya, setelah Pandemi berakhir, setiap Desa akan lebih maksimal, untuk berlomba memajukan dan mengembangkan usaha Bumdes.” Kata Bupati.

Dimasa Virus Corona Covid 19 seperti saat ini, dengan ruang gerak yang terbatas, Kita tidak bisa leluasa untuk bersikap, bertindak dan berbuat, taati Prokes, dengan membiasakan diri menggunakan Masker, sering mencuci tangan dan menjaga jarak, semoga kita semua terselamatkan dari mara bahaya, Pandemi segera berlalu,” jelas Bupati.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *