Kasus Tanah HGB Rahmat WNA Sudah Bayar Banyak Ke BPN Langsa

  • Whatsapp

Langsa,- Sebidang tanah luasnya sekitar 770 meter persegi yang berada di jalan. Syah Kuala Dusun Sehati Gampong PB. Blang Pase Kecamatan. Langsa Kota Kota Langsa Provinsi Aceh. Berstatus Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) Nomor 212 tertanggal 16 Agustus 1979 yang di keluarkan untuk saudara Syahwin. AKA oleh Direktorat Agraria Propinsi Daerah Istimewa Aceh pada saat itu.

Selanjutnya, Hak Guna Bangunan (HGB) bersertifikat dengan Nomor 81 tanggal 16 Februari 2009 sudah beralih nama untuk saudara Rahmat Warga Negara Asing (WNA) yang di keluarkan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Timur sekarang sudah Kantor Pertanahan Kota Langsa.

Bacaan Lainnya

Amatan wartawan yang terdapat di dokumen Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama saudara Syahwin. AKA lamanya menguasai tanah tersebut 30 tahun terhitung tanggal yang tertera di Sertifikat yang di keluarkan pada tanggal 16 Agustus 1997. Sampai dengan tahun 2009 sesuai HGB atas nama saudara Rahmat.

Adapun saudara Rahmat miliki Hak Guna Bangunan (HGB) tertera pada Sertifikat pada tanggal 16 Februari 2009. Lama nya kuasai tanah tersebut 9 tahun sampai 2018.

Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama saudara Rahmat warga Negara Asing (WNA) dengan status sertifikat. Pada tahun 2018 saudara Rahmat sudah melakukan balik nama dengan status tanah tersebut menjadi hak milik di buktikan dengan sertifikat Nomor 652 yang di keluarkan oleh Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Langsa tahun 2018, dengan luas tanah 770 meter persegi. Adapun tanah tersebut sudah di jual oleh Rahmat ke pihak lain.

Rahmat saat di konfirmasi oleh wartawan di tempat kerjanya di jalan. T. Umar membenarkan tanah tersebut sudah menjadi hak miliknya, kalau mau tanyak soal tanah dari HGB kenapa sekarang sudah menjadi hak milik, tanyak aja kesana ke kantor BPN mereka yang tau mengapa di keluarkan Sertifikat hak milik, saya sudah keluarkan uang sesuai yang diminta BPN,” kata Rahmat WNA itu.

Sementara, Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Langsa Senin, (24/05/2021) Erwis, A. Ptnh dalam konfirmasi nya mengatakan, menyangkut dengan tanah tersebut dirinya belum mengetahui di karenakan dirinya baru bertugas di BPN Langsa.

Saat Wartawan menunjukkan surat wakaf dari Gampong (Desa) Erwis langsung mengatakan, akan memanggil tim yang membidangi tentang somasi masyarakat karena tim ini berpindah – pindah tugasnya. Kalau benar tanah ini tanah wakaf bisa di buktikan oleh masyarakat Erwis akan membatalkan sertifikat hak milik atas nama Rahmat nomor. 652, walaupun status tanah tersebut sudah di jual ke pihak lain,’ tutup Erwis.

Adapun surat somasi masyarakat yang di kirimkan kepada Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Langsa bernomor : Ist /III /2018. Pada tanggal 08 Maret 2018, yang isinya :

1. Status Hak Guna Bangunan (HGB) Nomor 81 tanggal 16 Februari 2009 yang dikeluarkan untuk saudara Rahmat ( WNA) untuk segera di batalkan yang di tandatangani oleh 30 warga masyarakat, termasuk Kepala Kadus Sehari Misbahuddin, ketua Tuha Peut Nurdin, Tuha Peut Dusun sehati M. Yunus, Imam Dusun Sehati Tgk. M. Amin Bin Usman, Ketua Pemuda Dusun Sehati Erwinsyah, juga mengetahi Geuchik Gampong PB. Blang Pase Kecamatan. Langsa Kota. Atas nama Herlianto. Dan ditembuskan kepada 16 Lembaga Pemerintah baik di tingkat Kota maupun Provinsi Aceh.

Menjadi pertanyaan besar bagi Masyarakat dan anehnya surat somasi yang dikirimkan ke Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada tahun 2018 sampai berita ini di terbitkan belum pernah di tanggapi oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Langsa, ada apa dengan BPN.?.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *