Kades Otoriter, Masyarakat Desak Ispektorat Segera Audit Gampong Lancang

  • Whatsapp

Kades Otoriter, Masyarakat Desak Ispektorat Segera Audit Gampong Lancang

Bireuen – Penujukan dan pemilihan aparatur desa Sesuka Geuchik (Kades) Tanpa musyawarah, Pengalihan Unit Usaha BUMG, Pengadaan Boet Kateek (Kapal Tongkang) terkesan dipaksakan, Masyarakat Desak Ispektorat Segera Audit Penggunaan ADD Gampong Lancang Kecamatan Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen, Kamis (28 Januari 2021).

Sekdes Lancang Kecamatan Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen, Fakhrurrazi didampingi Diauddin dan Nasruddin, kepada Viralutama.co.id menyampaikan, Peran saya dalam membantu pemerintah gampong sesuai tupoksi, terkesan dibatasi oleh Geuchik (Kades) sedari awal bertugas 3 tahun lalu hingga hari ini.

“Segala bentuk laporan administrasi desa selalu dibawa sendiri oleh kades, untuk ditanda tangani diujung waktu ketentuan. Sebelumnya terkait pembangunan di beritahukan ke saya oleh TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) Semenjak saya komplin terkait kinerja yang tidak sesuai pengajuan, Kadeslah yang menggantikan TPK menjumpai saya,” Itupun di waktu yang sudah kepepet,”ujar sekdes.

“Sementara Diauddin (40 an) mengatakan, Pengalihan Unit usaha BUMG dari Program Penggemukan Sapi ke Kateek (Kapal Tongkang) tidak melalui musyawarah dan persetujuan masyarakat. Penunjukan Diretur yang sama dari unit usaha sebelumnya, tanpa proses pemilihan mahupun musyawarah,”

“Masyarakat tidak pernah tau terkait status BUMG baik struktur kepengusan, hingga laporan tahunan sedari unit usaha sebelumnya. Ratusan juta uang masyarakat (DD) tidak pernah ada pertanggung jawaban, baik unit lama hingga unit usaha Kateek (Baru).

“Untuk itu, Kami mendesak Inspektorat sesegera mungkin memeriksa (Audit) penggunaan dan Pengelolaan ADD sebelum terjadi kericuhan antara masyarakat dengan perangkat desa, atas sistem otoriter yang diterapkan kades Lancang Kecamatan Simpang Mamplam, “ujar Diauddin penuh harap.”

“Keluhan serupa disampaikan Nasruddin (30 an) kepada wartawan, Penujukan dan pengangkatan Aparatur desa Sesuka hati kades, berdampak kepada produktifitas kepengurusan desa semakin runyam, dikarenakan penempatan aparatur tidak sesuai basik yang dimiliki.”

“Penunjukan Faisal Ilyas sebagai Ketua Pemuda, merupakan salah satu kejanggalan sangat fatal dilakukan kades,” Bagaimana bisa mengangkat seorang aparatur jikalau orangnya bukan berstatus warga desa setempat, apalagi dari kabupaten berlainan (Kabupaten Pidie),”

Geuchik (Kades) Gampong Lancang..kepada Viralutama.co.id menyampaikan, BUMG Seujahtra Sabee sudah membawahi 2 unit Usaha. Kelompok penggemukan sapi merupakan unit usaha pertama, kemudian dialihkan kepada perikanan.

“Struktur BUMG masih pengurus lama dari unit usaha sebelumnya ( Penggemukan sapi, hingga ke unit usaha perikanan ( Kateek) dipimpin Oleh Nasruddin Abdullah sebagai Direktur BUMG Sejahtra Sabe Gampong Lancang beserta pengurus lainnya,”belum ada perubahan.

“Pengadaan 1 Unit Kateek (Kapal Tongkang) merupakan pengalihan unit usaha dari sebelumnya (Penggemukan sapi) Hingga hari ini sejumlah Rp. 400.000.000,- telah dikucurkan Pemdes untuk pengadaan, Transportasi (Upah) bawa pulang (Tarik) dari Aceh Besar, Tegap, hingga Operasional,”

Ditanyai wartatawan terkaitpengangkatan Ketua Pemuda Gampong, Faisal Ilyas merupakan ketua pemuda yang baru. Status domisili masih ber KK Kabupaten Pidie, Akuan Geuchik menjawab pertanyaan dari Wartawan.

Laporan – Juwaini
Editor – Wira

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *