Bimtek Aparatur Desa Keluar Daerah Harus Berkwalitas

  • Whatsapp

Bireuen – Bimtek (Bimbingan Teknis) terhadap aparatur(Perangkat) desa keluar daerah, tidak menjamin terlaksananya pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Pelatihan lebih efektif dilakukan di masing-masing desa dengan menghadirkan pemateri berkualitas, namun pemerintah tidak peka, Jumat (5 Maret 2021).

Geuchik (Kades) Meunasah Mamplam Kecamatan Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen Mustafa (Caplen) kepada Viralutama.co.id menuturkan,” Kita tidak menyalahkan Bimtek yang telah dilakukan kesekian kalinya diluar daerah, jika hasil dari pelatihan dapat dijadikan acuan terhadap pembangunan di masing- masing desa,”

Bacaan Lainnya

“Coba diulang kaji dari setiap agenda Bimtek yang telah berlalu,” Dari 609 Desa dalam kabupaten Bireuen, berapa desa yang berhasil mengadopsi sistem selain administrasi desa dengan sempurna. Pada kenyataannya setiap tahun berjalan selalu ada kendala, baik itu dari perencanaan usulan hingga pada tahapan pelaporan,”ujar Gechik Caplen.

“Menurut hemat saya, Kata Geuchik Meunasah Mamplam, Alangkah baiknya Bimtek digelar di setiap kecamatan bahkan lebih efektif jika bisa dilaksanakan di masing-masing desa. Pemerintah kabupaten sepertinya kurang peka terhadap keterbatasan SDM para perangkat desa,” Bukan hanya Resiko (Sanksi) yang selalu ditekankan, melainkan ilmu dan tata pengelolaan yang wajib diajarkan,”

“Coba kita menoleh sedikit kebelakang pada setiap Moment Bimtek diluar daerah, tidak pernah ada penekanan kepada peserta terhadap serapan materi. Sehingga terkesan bagaikan salah satu Refreshing (Camping) saja setiap ada agenda bimtek, bermetode,” Datang, Duduk, Diam dan Menyayikan lagu kebangsaan, habis itu pulang,” tutur Geuchik Mustafa.

“Pernahkah kita berfikir bijak, anggaran yang kita gunakan dari sumber DD, sedang manfaat tidak terserap secara langsung kedesa untuk mensejahterakan masyarakat. Sekali lagi,” Bimtek tidak salah, namun hasil dari setiap Bimtek itu yang sangat perlu dikaji kembali lmplementasinya sejauh mana,”

“Untuk membangun sebuah desa, diperlukan perangkat yang memiliki SDM, kenapa hal tersebut selalu dikebelakngkan, sehingga para perangkat desa acap kali jadi bumerang dan selalu dipersalahkan. Bimbing kami secara maksimal, Kami Siap Belajar, Siap Dibimbing, bahkan Kami Siap diperiksa pada nantinya,” tambah Caplen.

“Belajar itu tidak semestinya harus keluar daerah jika tiada hasil yang yang dibawa pulang bermamfaat untuk masyarakat banyak. Sehingga terkesan dimasyarakat bahwa bimtek sebelumnya tidak berkualitas (Bermutu) Tidak salah jika ada masyarakat yang menyatakan Bimtek keluar daerah merupakan pelatihan Abal-abal, “sebut Geuchik Meunasah Mamplam.

Sementara Wakil Ketua Apdesi Kabupaten Bireuen Geuchik Bandar Bireuen Anan M. Adam kepada Viralutama.co.id menyebutkan,”Bimtek (Bimbingan Teknis) terhadap Aparatur desa lebih efektif jika dilakukan di daerah domisili perangkat dimaksud, dengan catatan menghadirkan pemateri sesuai tupoksi masing-masing aparatur dari kalangan Dinas dan Intansi terkait,”

“Bimtek dapat disaksikan langsung oleh masyarakat selaku pemilik anggaran serta dapat dipertanggung jawabkan, disamping dapat menghemat kos yang dikeluarkan juga keseriusan para peserta ikut dapat dimaksimalkan. Perbedaan Potensi desa perlu dikaji dan di pelajari,” Tidak semua desa dapat di sama ratakan dalam satu program, ini perlu difahami,” ujar Geuchik Bandar Bireuen.

Laporan – Juwaini
Editor – Wira

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *