Geram Soal Raibnya Dana Meunasah, Warga Geruduk Kantor Camat Darul Ikhsan

  • Whatsapp

Aceh Timur, – Belasan warga Desa Seunebok Aceh, Kecamatan Darul Ikhsan, Aceh Timur, yang dipimpin Ketua Tuha Peut Seuneubok Aceh, Muktar alias Kureng, mendatangi Kantor Camat Darul Ikhsan, selama beberapa hari berturut – turut, sejak tiga hari lalu, guna mempertanyakan sikap Camat Darul Ikhsan, Azzaini SE, terkait dugaan penyimpangan dana desa, khususnya dana pembangunan meunasah Rp.150 juta di desa tersebut yang saat ini telah dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Aceh Timur.

Kedatangan warga yang mulai kesal atas dugaan penyimpangan dana desa tersebut, disambut oleh camat Darul Ikhsan, sembari memberi penjelasan terkait hal itu kepada warga.

Bacaan Lainnya

” Kalau mereka tidak bisa kembalikan uang itu, sebaiknya mereka mundur saja dari jabatannya,, dan serahkan surat perjanjian itu kepada kami,” kata salah seorang warga yang hadir saat itu, Senin 7Juni 2021.

Dalam pertemuan itu Camat Darul Ikhsan Azzaini SE, menjelaskan kepada warga bahwa persoalan itu akan diselesaikan dan menunggu oknum aparat desa tersebut untuk mengembalikan uang yang diduga telah dipakainya secara pribadi tersebut esok hari.

Mendengar penjelasan camat tersebut, warga pun bergegas pulang, namun keesokan harinya warga kembali mendatangi kantor camat Darul Ikhsan dengan maksud mempertanyakan lagi soal rencana pengembalian dana desa yang raib tersebut, tapi sayangnya saat itu warga tidak dapat menemui sang camat.

Hari berikutnya, warga kembali bermaksud mendatangi kantor camat Darul Ikhsan, tapi lagi – lagi mereka gagal bertemu dengan camat tersebut disebabkan alasan yang belum diketahui.

Hingga berita ini diturunkan, camat Darul Ikhsan tidak mengangkat telepon genggamnya meski berkali – kali media ini menghubunginya untuk mengkonfirmasi hal tersebut.

Sementara itu, Ketua Tuha Peut Seunebok Aceh mengaku sangat kecewa terkait hal itu, ia juga menyatakan kekecewaannya atas lambannya hasil audit inspektorat terkait dugaan penyimpangan ratusan juta dana desa tersebut.

” Kami kesal sekali, camat koq begitu, enggak jelas, terus Inspektorat sampai sekarang belum juga mengaudit penyimpangan yang sudah jelas – jelas terjadi dan diketahui publik, ada apa ini,” ketus Kureng menutup keterangannya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *