Dinda Puspita Gadis Manis Kelahiran Pusong Yang Pernah Mewakili Aceh di Tingkat Nasional

  • Whatsapp

Langsa,- Dinda Puspita yang memiliki paras anggun dan manis ini kelahiran Telaga Tujuh(Pusong) pada tanggal 9 November 1997 lalu Dinda Puspita adalah putri tunggal dari pada pasangan bapak Efendi Yasin dengan ibu Hafnidar Hasan, ia dibesarkan oleh kedua orang tuanya di Telaga Tujuh hingga Sekolah Menengah Umum Tingkat Pertama.

Dari kecil Dinda memang suka mengikuti berbagai kegiatan, namun karna disana kurangnya wadah jadi Dinda tidak bisa mengeksplor bakat Dinda secara maksimal. Dan sejak dari Sekolah Dasar sampai dengan SMK Dinda terus mendapat ranking 1 di kelas.

Bacaan Lainnya

Setelah gadis manis ini masuk SMK di Langsa Dinda mulai mengikuti beberapa kegiatan, mulai dari Menjadi Ketua Club Multimedia yang waktu itu adalah himpunan siswa SMK disekolah, dan mengikuti Ekskul lain seperti Osis, Paskib dan Pramuka, di sekolah.

Kemudian Dinda mengikuti ajang pegelaran Putera Puteri Kebudayaan Aceh yang diselengggarakan di Lhokseumawe bulan Juli tahun 2020, dan Alhamdulillah ia meraih juara.

Setelah Dinda Pustita meraih juara di Lhokseumawe, kemudian Dinda mempersiapkan diri dan dengan dibantu oleh beberapa pihak dan akhirnya Dinda berangkat ke Bandung pada bulan Januari kemarin untuk mengikuti pemilihan Putera Puteri Kebudayaan Indonesia ditingkat nasional, untuk mewakili Aceh.

“Sampainya di Bandung dibulan Januari itu Dinda menjalani masa karantina selama satu minggu, dan disitu Dinda di tes mulai dari bakat, interview, presentasi sampai Head to head Challenge yang alhamdulilllah semua nya dapat Dinda ikuti dengan baik.”

“Alhamdulillah ditingkat nasional Dinda masuk 6 besar dan menjadi puteri Kebudayaan Indonesia Best Advocacy dari 34 provinsi.”

“Sekarang ini Dinda masih menjalani kuliah di Unsam Langsa jurusan teknik sipil semester akhir dan sedang menyusun skripsi.”

“Hasil capaian kegiatan di Bandung Dinda dapat menjadi Puteri Kebudayaan Best Advocacy karena program kerja yang Dinda bawa berjudul Terinfeksi Budaya yang fokus untuk mengajarkan anak anak disabilitas untuk mengenal budaya lebih dalam
dan Alhamdulillah dinda juga Masuk 6 besar saat itu.”

“Dengan semangat dan penuh keyakinan saat itu Dinda bergerak sendiri ke sekolah SMA LB dengan bantuan teman Dinda yang kebetulan mengajar di SMA tersebut.”

“Dan pada saat itu ketika melakukan berbagai persiapan Dinda juga dibantu oleh teman teman dari Indigo Pictures, Rumah Photo Langsa, Next Model Management, dan Ayudhia Management serta Komunitas Seni Rajut.”

“Syukur Alhamdulillah pada saat berangkat ke Bandung Pemko Langsa juga ada membantu untuk biaya transportasi Dinda.”

“Dinda sangat berharap, kepada para pihak terkait agar Dinda bisa dilibatkan dalam kegiatan kegiatan khusus yang menyangkut dengan gelar Dinda sebagai puteri kebudayaan Aceh baik itu dari Pemko Langsa ataupun dari pemerintah provinsi Aceh.”Harap Dinda Puspita.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *