Diduga Salahgunakan DD: Mantan Keuchik Paya Lipah Ditahan

  • Whatsapp

Bireuen – Diduga Salahgunakan Dana Desa hingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 231.860.500, mantan Keuchik (Kades) Gampong Paya Lipah Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen, ES ditahan Tim Penyidik Kejari (Kejaksaan Negeri) Bireuen dan ditetapkan sebagai tersangka, Rabu (2 Juni 3021).

Plt Kajari Bireuen, Mangantar Siregar melalui Kasi Intelijen, Fri Wisdom S Sumbayak menyampaikan, penahanan terhadap salah satu Keuchik merupakan tindak lanjut dari hasil penyidikan oleh Bidang Pidana Khusus Kejari Bireuen dengan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-01/L.1.21/Fd.1/05/2021, sehingga ES ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan untuk kepentingan pemeriksaan.

Bacaan Lainnya

ES merupakan mantan keuchik (Kades) Gampong Paya Lipah periode tahun 2017- 2018, yang bersangkutan diduga telah menyalahgunakan keuangan negara terhadap pelaksanaan APBG (Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong) Gampong Paya Lipah Kecamatan Peusangan Bireuen pada tahun ketikan menjabat Keuchik.

Penahan terhadap mantan Keuchik (Kades) tersebut dilakukan karena,” Dikhawatirkan tersangka akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. Sedangkan penetapan tersangka berdasarkan penyidikan dan bukti permulaan, ES akan ditahan di Lapas Bireuen selama 20 hari kedepan. Jika nantinya memang masih dibutuhkan,” Bisa saja waktu penahanan tersebut akan diperpanjang, jelas Kasi Intelijen.

“Tidak menutup kemungkinan akan adanya penambahan tersangka lain sesuai dengan perkembangan penyidikan. Dari hasil perhitungan tim sementara, total kerugian negara dalam perkara ini sebesar Rp. 231.860.500 (Dua Ratus Tiga Puluh Satu Juta Delapan Ratus Enam Puluh Ribu Lima Ratus Rupiah) Namun perhitungan ini nantinya bisa saja bertambah, sesuai dengan perhitungan ahli.”

Bermula dari laporan masyarakat yang diterima Kejari Bireuen, terkait adanya dugaan penyalahguanaan penggunaan Dana Desa(DD) di Gampong Paya Lipah Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen yang tidak sesuai dengan APBG,” ujar Wisdom.

“Respon Cepat Tanggap, Plt Kejari Bireuen langsung membentuk tim untuk melakukan penyelidikan. Berdasarkan informasi, Keterangan dan Dokumen yang diperoleh sehingga, dapat disimpulkan bahwa informasi yang disampaikan masyarakat itu,” Ternyata benar.

“Dari beberapa pembangunan fisik yang dilaksanakan tidak sesuai dengan APBG, serta penggunaan dana BUMG diduga tidak sesuai ketentuan, sehingga kasus tersebut ditingkatkan ke tahap penyidikan. Namun untuk saat ini hanya orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan,” Kasi Intelijen Kejari Bireuen menjelaskan.

Laporan – Juwaini
Editor – Wira

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *