Di Duga Warga Kembali Keracunan Dampak Dari Kegiatan PT Medco E&P Malaka

  • Bagikan

ACEH TIMUR – Asma Adnan (55) warga Desa Panton Rayeuk T Kecamatan Banda Alam Kabupaten Aceh Timur mengalami kelumpuhan saraf Tangan dan kaki diduga akibat menghirup Asap dari Flaring pembersihan/perawatan sumur gas AS-11 milik PT.Medco E&P Malaka, Harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUD ZA) Banda Aceh untuk mendapatkan pelayanan lebih lanjut, Senin (3/5/21).

Untuk mencari kebenarannya sejumlah wartawan mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Zubir Mahmud untuk mencari Informasi lebih lanjut, dan menjumpai Makmur Hasbi, SKM selaku Humas RSUDZM Aceh Timur, ia mengatakan bahwa  benar ada Pasien Atas nama Asma Adnan (55) mengalami kelumpuhan saraf Kedua tangan dan kaki.

“Ia benar, pasien atas nama Asma Adnan, pada 2/5 sekira pukul 23.00 WIB masuk ke RSUD ZM melalui IGD dengan keluhan mengalami kebas/tidak ada rasa di kedua tangan dan Kaki, juga kurangnya indra penciuman dan lidah, dan sepertinya harus di rujuk ke Rumah Sakit Di Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, dikarenakan tidak adanya alat yang memadai di Rumah Sakit ini,”ujar Makmur.

Selanjutnya, wartawan menjumpai pasien yang didampingi oleh Muhammad Zakaria (44) dan Makmur Hasbi,SKM. Kepada media ini  Muhammad Zakaria mengatakan Istrinya mengalami sesak nafas serta kedua tangan dan kakinya tidak berasa lagi.

“Sejak subuh Minggu istri saya mengeluh sesak nafas dan tubuhnya merasa lemas, karena berpikir sakitnya  biasa, saya pergi ke kebun, sepulang dari kebun pada siang hari kondisi istri saya makin parah, badan, kaki dan tangan tidak bisa bergerak lagi hanya leher dan kepala yang masih digerakkan sehingga langsung membawa ke Puskesmas dan langsung dirujuk ke RSUDZM,” terangnya.

Lanjutnya, pada saat peristiwa keracunan bulan lalu, istrinya tidak mengalami keracunan seperti lainnya, hanya nafas sedikit sesak dan bisa ditahan, saat itu hanya di chek tensi darah ketika di pengungsian.

“Saya yakin ini pengaruh dari gas beracun, cuma ini baru bereaksi, karena sebelumnya istri saya tidak ada riwayat penyakit seperti ini,” tutupnya.

Saat ditanyai terkait istrinya harus dirujuk Ke Rumah Sakit di Banda Aceh, Muhammad Zakaria menyerahkan itu semua kepada pihak terkait.

“Demi kesembuhan Istri saya, gak apa apa kalau harus dirujuk Ke Banda Aceh, akan tetapi kebutuhan kami selama berada di Rumah Sakit Banda Aceh bagaimana ?, kami tidak punya apapun, karena pekerjaan sehari hari kami hanya penderes getah, mohon perhatiaannya lah,” harapnya.*

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *