Dana Gampong Sebagai Ajang Untuk Memperkaya Diri Oknum LSM Pelaksana Bimtek

  • Whatsapp

Banda Aceh –  Seyogyanya dalam pengucuran Dana Desa yang bertujuan untuk percepatan dalam Pembangunan di Perdesaan dengan pesatnya pembangunan di desa tentunya akan dibarengi oleh pertumbuhan ekonomi yang baik di tingkat desa. Prioritas penggunaan Dana Desa telah di atur dalam Permemdes TT. Yang tertuang dalam Permendes No 13 Tahun 2020 Tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa.

Mengacu kepada Permendes No 13 Tahun 2020 Tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa. Dinilai dalam pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keuchik dan Aparatur Desa yang dilaksanakan oleh salah satu LSM tersebut telah mengangkangi Peraturan yang di keluarkan oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal.

Bacaan Lainnya

Terkait dengan Pelaksanaan Bimtek Keuchik dan Perangkat Desa di lima kecamatan dalam Pemko Langsa yang dilaksanakan di Banda Aceh selama 3 hari itu disinyalir telah mengangkangi Permendes No 13 Tahun 2020.

“Sebaiknya Pihak Penegak hukum segera melakukan penindakan terhadap Panitia Pelaksana Bimtek tersebut. Dan juga oknum-oknum yang terlibat di dalamnya, yang diduga ikut mengangkangi Permendes No 13 Tahun 2020.”

Pelaksanaan Bimtek Keuchik dan Perangkat Desa menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2020 di Pemko Langsa ini terkesan dipaksakan Sebab, dari keterangan yang dihimpun oleh wartawan Rabu (10/2/2021) pada beberapa Keuchik yang mengikuti kegiatan Bimtek tersbeut terpaksa harus mencari pinjaman uang sebab anggaran atau dana desa belum cair.”

“Bahwa menurut informasi pelaksanaan Bimtek Keuchik dan Perangkat Desa yang menelan Anggaran sebesar Rp 6.000.000,/Orang.” Apakah hal itu ada disampaikan dalam musyawarah dan rencana pelaksanaan Dana Desa.”

“Banyak warga yang meminta agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Kejaksaan, Kepolisian, dan KPK memeriksa dan menindak Panitia Pelaksanaan Bimtek Keuchik dan Aparatur Desa.”

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *