Camat Banda Alam Tuding Media Dan Aktivis Provokasi Masyarakat

  • Whatsapp

Aceh Timur,  – Pasca Pemberitaan di salah satu media online, yang menyoroti soal tidak adanya tanda tangan Camat Banda Alam, dalam perjanjian antara masyarakat Panton Rayeuk T. dan pihak PT.Medco E&P, yang menjadi korban keracunan massal diduga disebabkan bau busuk yang berasal dari PT.Medco beberapa hari lalu, kini camat Banda Alam,Muliadi.S.STP, malah menuding media dan aktivis Aceh Timur provokatif.

Ironisnya, setelah berita diterima publik, camat Banda Alam mengirim pesan WhatsApp kepada pemimpin redaksi salah satu media yang pertama kali menayangkan berita tersebut dengan tuduhan provokatif, dan juga menuding pemberitaan tersebut sebagai pembohongan publik serta terkesan dijadikan bisnis.

Bacaan Lainnya

” Setiap pemberitaan yang kami tayangkan berdasarkan informasi yang kami terima dan fakta di lapangan, kami memiliki bukti, bahkan bukti soal tidak adanya tanda tangan camat dalam surat perjanjian itu, padahal pak camat saat itu ada di ruangan mediasi tersebut,” kata Pemimpin Redaksi Media Online Aceh target indo, Hawalis, Jumat 23 April 2021

Hawalis juga mempertanyakan sikap camat tersebut yang menurutnya terkesan anti kritik dan arogan.

” Terkait soal kritikan aktivis LAKI, itu tergantung bagaimana camat menyikapinya, apakah camat itu anti kritik atau bagaimana?
tapi sebagai seorang pejabat pemerintah tidak perlu searogan itu menanggapi kritik, karena saya yakin Camat Banda Alam berpendidikan, jika memang pemberitaan tidak sesuai fakta, ruang hukum terbuka untuk setiap warga negara,”tutup Walies.

Sampai berita ini di tayangkan,Camat Banda Alam, belum dapat di konfirmasi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *