Bupati Karimun Diminta Turun Tangan Terkait Keberadaan PT.ECM

  • Bagikan
Terlihat Tumpukan Pasir PT. Energi Cahaya Makmur Yang Siap Diloding. ( Doc. Azwan)

Karimun- Telah lama keberadaan PT. Energi Cahaya Makmur, yang bergerak dibidang pertambangan Pasir Darat di Desa Kundur menjadi sorotan dan perhatian serius khususnya dari warga masyarakat yang berada disekitar lingkungan perusahaan, betapa tidak, warga masyarakat disamping menjadi penonton dikampung sendiri, kepedulian perusahaan baik didalam bentuk Konvensasi dan atau Dana CSR, guna menumbuh-kembangkan Desa boleh dikatakan tidak ada.

Sebagaimana pemberitaan Media ini beberapa hari yang lalu, dimana didalam pemberitaan tersebut dipaparkan tentang ketidak-pedulian Managemen Perusahaan terhadap warga masyarakat dilingkungan Perusahaan, warga hanya dihargai dengan uang sebanyak Rp. 400 Ribu Per KK, dan uang tersebut hanya diberikan sekali saja kepada warga, dari Perusahaan mulai beraktifitas sampai perusahaan tutup.

Masih didalam pemberitaan Media tersebut, Apit selaku Ketua RT. 02 RW. 04 Teluk, atas nama warga yang bertempat-tinggal dilingkungan Perusahaan, dirinya ( Apit-Red. ) sangat kesal dengan cara kerja Managemen PT. ECM, masyarakat dijadikan Penonton dikampung sendiri, para pekerja tambang boleh dihitung dengan jari yang berasal dari warga kampung, bantuan berupa uang yang hanya sekali diberikan kepada warga setempat dari awal perusahaan berdiri sampai perusahaan tutup nantinya itu sebenarnya uang apa, Kami sendiri selaku masyarakat bingung untuk menjawabnya.” Kata Apit.

Sudahlah kampung kami ditambang, hengkangnya perusahaan nantinya benimbulkan lubang disana-sini, apa lagi kedalaman lubang dari penambangan pasir bisa mencapai 30 Meter, Kami masyarakat saja bisa dijadikan “bola pimpong” bagi Management perusahaan,” ujar Apit.

Kami cepat atau lambat akan segera mempertanyakan kepada Management perusahaan, terkait tidak diperhatikannya warga masyarakat, dan Kami akan melibatkan Pihak Desa dan Kecamatan untuk dapat menyikapi, permasalahan yang dihadapi oleh warga,” ucap Apit kesal.

Lebih jauh menurut Apit, Kami sudah jenuh terhadap janji Managemen Perusahaan, untuk itu Kami sangat menghimbau kepada Bapak H. Aunur Rafiq, S. Sos, M. Si untuk segera turun tangan menindak-lanjuti keluhan masyarakat kepada Managemen Perusahaan.

Ditempat terpisah Mantan Anggota DPRD Kab. Karimun H. Muhammad Ayura ketika dijumpai dan diminta komentarnya menjelaskan kepada Viralutama, bahwa keluhan warga Teluk Desa Kundur sangat perlu menjadi perhatian serius oleh berbagai pihak, Perusahaan tidak boleh menghampakan hak yang sesungguhnya merupakan kepunyaan warga masyarakat, karena dampak dari penambangan Pasir tersebut, sangat beresiko terhadap warga yang berada disekitar lingkungan perusahaan untuk kedepannya, setelah perusahaan meninggalkan tempat usaha tambang seperti keberadaan lubang yang ditinggalkan,” ucapnya

Semoga saja apa yang menjadi keluhan warga Teluk Desa Kundur, mendapatkan perhatian serius dari managemen Perusahaan,” tambah nya

Pantauan Viralutama dilapangan, apa yang menjadi keluhan warga Teluk Desa Kundur, semoga mendapat perhatian serius dari managemen perusahaan, jangan menjadikan warga masyarakat penonton dikampung sendiri. 

Penulis : Azwan, Z., SH

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *