BPI KPNPA RI Minta Kapolda Kaltim, Menutup ‘Tambang Batubara Ilegal’ di Wilayah Kalimantan Timur.

  • Whatsapp

Kaltim – Hal ini ditegaskan Tubagus Rahmad Sukendar, selaku Ketua Umum BPI KPNPA RI, menyikapi adanya pemberitaan media pemukula0n yang dilakukan oleh pemilik tambang liar yang sudah sangat meresahkan masyarakat, namun juga sangat arogan kepada aparat kecamatan dan kelurahan.

Tidak tanggung-tanggung, aktivitas penambangan itu dilakukan secara terang-terangan di atas lahan warga yang berdekatan dengan anak sungai dan kebun warga. Bahkan, saat di lokasi pun, Camat dan Lurah setempat sempat mendapati seorang operator yang mengoperasikan satu unit ekskavator warna kuning sedang melakukan penggalian lahan untuk kegiatan batu bara ilegal.

Bacaan Lainnya

Alih-alih, Camat Tenggarong Arfan Boma yang meminta secara baik baik kepada penambang liar untuk menghentikan sekaligus melakukan penyetopan operasional tambang liar tersebut malah dihajar pakai kayu oleh seorang penambang ilegal berinisial T. Camat Tenggarong dipukul karena menghentikan secara paksa aktivitas galian batubara ilegal di kawasan sekitar kebun warga di RT 017 Kelurahan Mangkurawang Tenggarong, Kutai Timur, Kertanegara, Kalimantan Timur.

Menyikapi terkait adanya penambangan liar tersebut, dari BPI KPNPA RI meminta keseriusan dari Kapolda Kaltim untuk dengan segera menutup semua lokasi tambang batubara ilegal dan menindak tegas terhadap para pelaku pemilik tambang ilegal tersebut, agar tidak ada lagi sikap arogansi dan main hakim terhadap aparat dan warga masyarakat.

“Kapolda Kaltim jangan menutup mata dengan membiarkan adanya tambang batubara ilegal yang beroperasi di Kalimantan Timur. Bila memang tetap membiarkan beroperasi tambang batubara ilegal tersebut, maka konsekwensinya akan membuat rusak habitat alam dan juga lingkungan,” jangan aksi premanisme pemilik tambang akan terulang kembali kepada aparat petugas yang lain nya bila ada pembiaran.”Tegas Tubagus Rahmad Sukendar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *