Bangunan Gedung Among Mitro Batu 6 Tanjung Batu Senilai Rp. 885 Juta Lebih, Terbengkalai Dan Jadi Proyek Mubazir

  • Bagikan
Terlihat didalam Gambar, bangunan Gedung Pendopo Among Metro beserta Toilet yang berlokasi di Batu 6 Tg. Batu Kundur, Tidak Terawat semenjak siap dibangun. ( Doc. hazwan )

Karimun– Proyek Pembangunan Gedung Among Mitro yang terletak dan berlokasi batu 6 Tanjung Batu Kundur, setelah dinyatakan siap dipenghujung tahun 2020, sampai berita ini dimediakan, kondisi gedung didalam keadaan tidak terawat oleh pihak pengelola, sampah berserakan disana-sini.

Pintu masuk menuju Toilet bangunan telah pula ditumbuhi ilalang, dan terlihat jelas bangunan Gedung seperti sangat tidak terurus, cukup disayangkan, pembangunan Gedung tempat berkumpul yang menghabiskan Dana masyarakat sehingga mendekati 1 Miliar dari hasil membayar pajak tersebut, saat ini jika tidak dipergunakan secara maksimal dan diprediksi akan berubah pungsi menjadi Gedung Hunian Mahluk Astral, dan tidak salah jika ada warga yang berkomentar, Pembangunan gedung merupakan Proyek yang menghambur-hamburkan uang dan tidak tepat sasaran.

Gedung Among Mitro, yang pembangunannya merupakan program Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, melalui Program penataan bangunan dan lingkungan, kegiatan Penyelenggaraan Penataan Bangunan dan Lingkungan Kawasan Perkotaan di Kabupaten Karimun, dengan bentuk pekerjaan pembangunan Gedung Among Mitro Kundur, Nomor Kontrak 25/24.126/SP/FSK/DPKP.CK/APBD/V/2020. nilai kontrak Rp. 885.864.668,80, dengan masa kontrak 120 hari, CV. Indoco selaku Kontraktor serta Konsultas Pengawas CV. Grahaditama Consultan merealisasikan pembangunan Gedung yang dimaksud.

Diawal peletakan batu pertama pembangunan gedung pada pertengahan bulan tahun 2020. yang saat itu dihadiri oleh Mantan Gubernur Kepri Isdianto dan Bupati Terpilih Kabupaten Karimun H. Aunur Rafiq, serta Dinas, Badan, Instansi Terkait, Sang Mantan Gubernur Kepri didalam pidatonya kepada para undangan yang hadir, berharap sangat, agar Gedung Among Mitro dapat dijadikan wadah tempat berkumpul, tempat untuk lebih mempererat tali silaturahmi yang telah lama terbina, kepada sesama warga khususnya dipulau Kundur selama ini.” kata Isdianto saat itu, yang juga dihadiri oleh Viral Utama saat itu.

Bahkan Isdianto sempat mengemukakan, agar Gedung Among Mitro dapat dijaga dan dirawat, namun kenyataannya apa, setelah pembangunan Gedung Among Metro selesai dibangun, sampai berita ini termediakan, kondisi Gedung tidak berpenghuni, sampah berserakan disana-sini.

Ditempat terpisah, menurut beberapa warga yang tinggal tidak jauh tinggal dari bangunan Gedung Among Mitro dan tidak mau disebutkan namanya, saat diminta komentar oleh Viralutama.co.id baru-baru ini mengemukakan, beberapa minggu setelah bangunan Gedung selesai, ada datang beberapa warga dan mungkin mereka para pengurus dan pengelola Gedung Among Mitro, bahkan sempat diadakan doa selamatan digedung tersebut, dan seterusnya Gegung yang pembangunannya tidak seberapa tersebut. dibiarkan tidak terawat,” kata sumber.

Selanjutnya menurut Sumber, mungkin saat ini masa penyakit Corona, jadi pengurus Gedung belum dapat menggunakan fasilitas gedung secara maksimal.” ucap Sumber.

Pantauan Viralutama.co.id dilapangan, terbengkalainya Bangunan Gedung Among Mitro berkemungkinan belum adanya serah terima antara pemerintah Provinsi Kepri Dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun, makanya Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun belum bisa memberikan hibah kepada para pengelola, karena ini mungkin menyangkut dana perawatan, atau mungkin saja bangunan gedung tersebut masih dalam masa pemeliharaan.

Penulis : Hazwan, Z. SH

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *