Asyik.! Istri-istri Perangkat Gampong Menerima Dana Bansos

  • Whatsapp

Langsa, – Sepertinya dengan leluasa kuasai anggaran untuk Bantuan Sosial(Bansos) yang hampir berjalan dengan mulus, namun dalam penyaluran dana Bansos tersebut di dominasi oleh perangkat Gampong bukan untuk warga yang membutuhkan, hal itu diketahui mulai dari istri Keuchik dan istri perangkat Gampong di Senebok Antara Kecamatan Langsa Timur Kota Langsa.

Berikut ini nama nama istri perangkat penerima Bansos :

Bacaan Lainnya

1.Nurhayati istri Keuchik jenis bantuan yang diterima, yaitu PKH/BPNT, namun setelah kisruh dana tersebut di kembalikan ke Dinsos pada tanggal 5 Juni 2020 sebesar Rp.2.440.000.-

2.Mariana istri Kasie Pemerintahan gampong Senibok antara, jenis bantuan yang diterima, yaitu PKH/BPNT.

3.Julianda istri Kaur pembangunan jenis bantuan yang diterima, PKH/BPNT.

4.Siti Aminah Istri Tuhapeut jenis bantuan yang diterima
PKH/BPNT.

5.Nursalma istri Kaur Umum jenis Bantuan yang diterima, BST PT.Pos di terima BST 1 kali.

6.Novita Yani Tuhapeut jenis bantuan yang diterima, berupa BST/Pos.

7.Yusnalisa Istri Tuhapeut jenis batuan Bansos melalui BRI.

8.Muliani Istri Tuhapeut Jenis bantuan yang diterima, BST Pos.

9.Nurmawati istri Tuhapeut jenis batuan yang diterima yaitu melalui, BST PT Pos.

Menurut sesuai ketentuan hal ini telah melanggar Keputusan Mentri Sosial No. 146/HUK/2013 Tentang penetapan Kreteria dan Pendataan Fakir Miskin dan Orang tidak Mampu.

Disebutkan Katagori Fakir Miskin dan tidak Mampu antara lain.
a.Fakir miskin dan orang tidak mampu yang teregister.
b.Fakir miskin dan orang tidak mampu yang belum terrgister.

Diktum kedua : Fakir miskin dan orang tidak mampu yang teregister sebagai mana dimaksud dalam diktum kesatu Hurup a yang berasal dari rumah tangga memiliki kriteria.

b.Mempunyai pengeluaran sebagian besar untuk memenuhi komsumsi makanan pokok dengan sangat sederhana.

Hal ini di sebabkan data sebagai penerima bantuan tidak di perbaharui secara berkala, sehingga mengakibatkan penyaluran dana Bansos dari Pemerintah tidak tepat sasaran.

Akibatnya masyarakat miskin yang seharus berhak menerima bantuan akhirnya di rugikan.

Menanggapi persoalan tersebut, Wakil Ketua Bidang Hubungan Masyarakat Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Iskandar Muda Aceh (YLBHIMA) H.M.Ali Abusyah akrab di sapa Abu Alex angkat Bicara.

“Ini merupakan penindasan dan telah merugikan terhadap warga miskin yang selayak nya menerima bantuan, namum oleh karena adanya indikasi keserakahan oknum yang mementingkan keluarganya maka sepertinya berbagai cara untuk manipulasi dan di lakukan demi menguras semua bantuan untuk kelompok dan golonganya semata,” ujar Abu Alex, Minggu (07/03/2021) kepada wartawan.

Untuk itu Abu Alex mendesak Inspektorat Langsa dan para pihak terkait agar segera mengambil sikap tegas sesuai koridornya jangan menjadi macan ompong.

“Karena kami menilai Inspektorat terlalu lamban dalam melakukan penangananya, Apa lagi sebelum nya, menjadi Inspektur Pak Syarial pernah menjadi ketua tim pemeriksaan di wilayah Kecamatan Langsa Timur, tentu nya sudah paham tentang dugaan penyalah gunaan ADD Senebok Antara,” ujar Abu Alex.

Sampai sampai dengan berita ini ditayangkan pihak perangkat desa dan pihak Inspektorat belum dapat dikonfirmasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *