Asisten III, Insya Allah Tidak Sesuai,Kalimat Lain Apa Layak Diucap ???

  • Whatsapp

Bireuen – Satukan usulan rencana program perioritas Anggaran Tahun 2022, Pemkab Bireuen gelar Musrenbang tingkat kecamatan. Asisten III Jika Kalimat Insya Allah layak, Kalimat apa lebih sesuai untuk jawaban dalam artian berupaya, di Aula Serba Guna Jeunieb Senin (22 Februari 2021).

Camat Jeunieb Yusri SHi dalam lampirannya menyampaikan,” Musrenbang merupakan satu upaya menyatukan persepsi usulan terhadap pelaksanaan pembagunan daerah, sebagaimana diamanahkan dala UU no 25 2004, Permendes, Qanun dan Pedum Tahun 2021-2022,”

Bacaan Lainnya

“Sebagai imformasi, beberapa pembangunan fasilitas dikerjakan tahun 2021 dikecamatan Jeunieb diataranya, fasilitas transportasi jalan lingkar pasar (Hotmick, Normalisasi sungai, Kantor Camat, Pencegahan Stunting, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat,”lapor Camat Jeunieb.”

Abiya Jeunieb memaparkan,” Berdasarkan data tahun lalu (2020) tercatat sejumlah 1112 yatim piatu dalam tiga kecamatan yaitu Pandra, Jeunieb dan Kecamatan Peulimbang. Terhadap mereka masih kurang perhatian pemerintah baik di tingkat Desa, Kecamatan hingga Kabupaten, mohon diperioritaskan dalam setiap musrenbang,”pintanya.

Sementara Imum Mukim Batee Cut Lem Abd. Mutaleb mengatakan,”Sebahagian besar masyarakat pendalaman belum merasa merdeka dari fasilitas Transportasi (jalan) sebagaimana desa Blang Poroh terpaksa jalan berlumpur dipenuhi kubangan setiap musim penghujan. Jika tidak diaspal, Pengerasan juga sudah memadai,”ungkap mukim.

Pada sesi tanya jawab, sejumlah Geuchik hingga mukim menggunakan bahasa Aceh (Lokal) mempertanyakan pelayanan pemerintah yang terkesan kurang peka terhadap kebutuhan fasilitas yang diusulkan delegasi Pemdes.

Sehingga salah satu Geuchik secara spontan melontarkan kekecewaannya dengan nada kecewa yang jika diartikan, “Jangan hanya cukup dengan kalimat Insya Allah saja jawaban pihak Pemkab, masyarakat butuh realisasi nyata,”cetus salah satu Geuchik.

Asisten III Setdakab Bireuen, Dailami S.Hut menanggapi dengan agak tensi. Ia berujar, “Jika kalimat Insya Allah tidak sesuai untuk jawaban dalam artian berusaha (Upaya), kalimat apalagi yang harus digunakan dalam menjawab setiap usulan dan pertanyaan para delegasi dalam musyawarah.”ujarnya bertanya kembali.

“Dalam menyingkapi pertanyaan peserta perwakilan delegasi, Pemkab telah dan sedang berupaya menjawab dengan kalimat rasional yang selaras dengan nilai keagamaan, selain hal itu juga merupakan etika bahasa penyampaian didalam forum musyawarah,” ungkap Asisten III.

“Kalimat Insya Allah juga mampu menyejukkan suasana yang terkadang memanas pada saat musyawarah berlangsung, belum tentu terhadap semua usulan dari delegasi sepenuhnya terakomodir oleh pemerintah. Keterbatasan anggaran juga perlu difahami para delegasi, sehingga tidak ditafsirkan sebagai bentuk tidak adanya respon pemerintah, Dailami menuturkan.

Musrenbang yang dibuka oleh Asisten III mewakili Bupati ( H. Muzakkar A. Gani) di Gedung Serba Guna Kecamatan Jeunieb turut dihadiri antara lain, Staf Ahli, Unsur SKPK, Anggota DPRA/DPRK, Tokoh Agama, Koordinator PKH, Imum Mukim, PD/PLD selain Muspika dan Para Geuchik (Kades) dari 43 Desa dalam kecamatan Jeunieb kabupaten Bireuen.

Laporan – Juwaini
Editor – Wira

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *