Bireuen,Viralutama.co.id – Penyaluran BLT terhadap masyarakat belum sepenuhnya terlaksana sebagaimana aturan pemerintah, 52 KK warga Desa Sampo Ajad Kecamatan Jeunieb Kabupaten setempat tidak terdata sebagai penerima BLT, sementara 100 KK lainnya ditunda penyaluran tahap ke II, selagi yang 52 KK belum ada solusi terdata sebagai penerima

Hasrul (Sekdes) kepada Viralutama.co.id Minggu (21/6) menyampaikan, terkait 52 KK yang tidak terdaftar sebagai penerima BLT, disebabkan kecilnya sumber Dana Desa yang diterima. Berdasarkan ketentuan Pemerintah, hanya 25 persen Kuota anggaran yang dibenarkan untuk BLT jika jumlah anggaran yang diterima dibawah Rp. 800jt,

Berdasarkan Dana Desa yang diterima dengan jumlah Rp. 775jt tahun 2020, alokasi untuk BLT berjumlah sekitar Rp. 193,750,000,. dari perkalian 25 persen. Dari hasil Verifikasi dapat dilakukan penyaluran BLT hanya untuk 100 KK, untuk 3 kali tahapan penyaluran, ungkap Hasrul

Ia menambahkan, terkait 52 KK tersebut telahpun di ajukan usulannya ke tingkat kecamatan, namun hingga hari ini belum ada satu titik temu ataupun solusi. Walaupun penyaluran tahap pertama telah dilakukan pada Selasa (19/5/2020) terhadap 100 KK, untuk penyaluran tahapan kedua dan seterusnya terpaksa ditunda sementara waktu,

Selagi usulan yang diajukan ke pihak kecamatan Jeunieb belum ada titik temu, penyaluran BLT tahap II tidak dapat dilakukan. Kami dari pihak Pemerintah Desa tetap berpegang pada aturan dan perundang – undangan. walaupun berdampak terhadap 100 KK, yang 52 KK lainnya akan terus diperjuangkan, ungkap Sekdes Desa Sampo Ajad

Muhammad Ismail (48) dari Dusun Bahagia Desa setempat yang keseharian berprofesi sebagai buruh kasar, hanya mendapat bantuan sembako APBK. Saya mempunyai 6 orang tanggungan anak, Tiga diantaranya masih Balita, namun tersisih dari program bantuan BLT dari desa, ungkapnya kepada Viralutama.co.id

Hal yang sama juga di utarakan, Anwar (40) yang mempunyai Satu tanggungan anak, hingga hari ini belum pernah tersentuh program bantuan pemerintah baik itu PKH, BPNT, BST bahkan tidak terdata sebagai penerima bantuan sembako APBK demikian juga dari BLT sebagai mana warga yang lain

Sebelumnya Anggota Tuha Peut” Efendi kepada Viralutama mengatakan, terkait 52 KK yang tidak menerima BLT, telah dilakukan pertemuan di Meunasah (Balai Desa) pada Minggu malam (31/5/2020). Musyawarah yang dihadiri 52 KK dan Aparatur Desa Sampo Ajad, turut menghadirkan Babinsa dan Babinkamtibmas

Dalam pertemuan tersebut, telah melahirkan satu kesepakat tertulis yang tertanda tangani, pihak pemerintah
Desa akan menyusul kembali 52 KK tersebut. Pemerintah Desa akan terus berupaya baik ditingkat Kecamatan hingga ke Kabupaten dan berjanji jika usulan dipenuhi, 52 KK tersebut akan mendapatkan hak yang sama sebagaimana diterima 100 KK lain sebelumnya, sebut Efendi disaksikan beberapa Tokoh masyarakat Desa Sampo Ajad, Minggu (21 Juni 2020)
(JW)